Batam,potretkepri.com-Pernyataan Wali Kota Batam,Amsakar Achmad yang belum lama ini mengatakan bahwa sumber dana pengadaan pot- pot bunga Bougenvill yang menghiasi beberapa titik jalan protokol di Batam yang tidak menyedot anggaran negara APBD maupun APBN namun bersumber dana CSR (Corporate Social Responsibility) menuai sorotan dari praktisi LSM Kota Batam.
Salah satu sorotan datang dari Ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebuki) Kota Batam,Thomas AE.selama ini masyarakat tidak mengetahui soal dana CSR sehingga Wali Kota Batam atau Kepala BP Batam dituntut harus transparan penggunaan dana CSR dan diperoleh dari perusahaan mana saja serta berapa total besaran dana CSR yang telah terkumpul.
“sebelum pengadaan pot-pot bunga Bougenville ini dana CSR digunakan kemana saja atau kah disimpan di bank dan kenapa sekarang baru muncul ?dana CSR itu bersumber dari perusahaan sebagai kontribusi yang disisihkan kepada pemerintah. “ demikian dia utarakan dengan nada bertanya-tanya kepada media ini di Mie Tarempa Tiban 3 ,Kecamatan Sekupang,Kota Batam,pada Kamis (30/04/2026).
Diakatakannya,dana bersumber CSR boleh digunakan untuk publik termasuk untuk keindahan estetika di titik-titik strategis seperti pengadaan pot-pot bunga Bougenvill,namun Kepala BP Batam harus jujur terbuka dan transparan berapa besaran anggarannya.
“ kita yakin dana CSR ini sudah ada sebelum Amsakar Achmad menjabat Kepala BP Batam namun sekarang baru mencuat dan dengan adanya statemen itu tentu Kepala BP Batam harus terbuka transparan kepada masyarakat sudah berapa Triliun jumlahnya sampai sekarang dan kalau tidak sampai Triliunan pun perlu disampaikan kepada publik“ sebutnya.
Apalagi kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Li Claudia telah menjabat lebih dari satu tahun.tentunya,lanjut dia,sudah harus harus bisa menjabarkan perusahaan mana saja yang memberikan CSR kepada BP Batam. (as)






