Bisnis ‘ Lendir ‘ PSK Asing di Pub & KTV Billiar Centre

Entertainment320 Dilihat

BATAM,potretkepri.com-Pekerja Seks Komersil (PSK) wanita asing dari berbagai negara ditampung di Pub & KTV Billiar Center (BC) Nagoya Batam.Disnyalir,selain salah satu pendongkrak pendapatan BC,bisnis lendir wanita asing itu menjadi perbincangan siapa saja yang mengetahuinya.

Informasi yang didapat.wanita “lonte ” asal luar negeri yang dipekerjakan di BC itu dibandrol dengan tarif bookingan berfariasi,dari sebesar Rp.4 juta hingga 8 juta per malam,tergantung asal wanita tersebut .

” setahu saya , tarif bookingan`nya dari Rp.4 juta hingga 8 juta per satu malam. saya sendiri sering membawa mereka jika ada tamu yang memesannya ” ujar sumber media ini seorang supir taksi , yang mengaku sering membawa ‘lonte’ luar tersebut.

Wanita impor asal berbagai negera itu tidak hanya melayani order long time semata,tetapi juga melayani order short time. ” short time juga ada kok ,2-3 jam tarifnya sekitar 2 juta`an.mereka tidak hanya order long time “ sambungnya.

Sumber ini menambahkan.psk asing tersebut banyak sekali yang tidak bisa ber bahasa Indonesia serta tidak mengerti bahasa Inggris.Kendatipun kondisinya demikian,banyak saja lelaki yang mengordernya walau kencan`nya menggunakan bahasa sandi.

” ha ha ha,ini memang lucu dan menertawakan sekali. terkadang  lelaki yang order tidak mengerti bahasa Inggris sedangkan wanita-nya faham. dan sebaliknya “ucapnya saat berbincang dengan media ini,di Nagoya Batam,Jum`at (4/9).

Wanita asing atau ‘lonte’ import tersebut berasal dari berbagai negara.Diantaranya,dari Filipina , Thailand ,Maroko,usbekistan , Tingkok , China dan mungkin saja masih ada dari negara-negara lain.

Anto , Manajer Pub & KTV Billiar Center tidak bersedia berkomentar saat dimintai klarifikasi terkait hal ini.Ia lebih memilih bungkam dan tidak menjawab apapun tentang PSK asing ini disebutkan berada di tempat kerjanya di Billiar Centre.

Sementara Disnaker Kota Batam bidang pengawasan dan pihak Imigrasi belum diketahui apakah telah mengetahui adanya sejumlah wanita asing sebagai pekerja seks komersial ditempat tersebut. (red)