Batam,potretkepri.com-Sungai galian yang lebarnya sekitar 10 meter ini terlihat nyaris tertimbun.tidak hanya dibagian pinggiran sungai yang ditumbuhi rumput tebal namun dibagian tengah sungaipun terlihat ketebalan rumput yang tumbul menutupi badan sungai ini.
Kondisi ini dipandang sangat mengkhawatirkan,warga sekitar pun bertaya-tanya apakah Kementerian PUPR atau Balai Wilayah Sungai tidak memiliki anggaran hingga alur sungai ini terbiarkan liar tanpa ada perawatan pendalaman dan pembersihan.
“ ini menjadi pertanyaan,dibiarkan seolah tidak ada anggaran pemeliharaan .jika Sungai dibiarkan kondisi demikian,maka jelas aja tidak mampu menampung debet air disaat hujan deras dan bahkan bisa saja menjadi menyumbang banjir” demikian diutarakan beberapa warga sekitar kepada media ini disekitar pinggiran sungai ini,pada Senin (04/05/2026).
Menyikapi keluhan ini,media ini kemudian melakukan penyusuran pinggiran sungai hingga pertemuan batas laut.benar saja,dibagian kiri-kanan sungai ditumbuhi pepohon kayu bakau yang lumayan rapat menyebabkan sampah pun ikut menumpuk.
Menurut warga sekitar,sebelumnya proyek pelebaran sungai ini dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di bawah Kementerian PUPR,yang tujuannya merupakan bagian dari upaya normalisasi dan pengendalian banjir,mencakup pelebaran alur dan penguatan tanggul sungai.
Namun hingga berita ini naik,media ini belum berhasil menemui humas atau pegawai BWS Sumtera IV dikantornya di Jl. R.E. Martadinata No. 1, Sei Harapan, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau. (red)






