Batam,potretkepri.com-Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak SH ,mengapresiasi langkah yang dilakukan bright PLN Batam yang telah membatalkan rencana pemadaman listrik secara bergilir untuk wilayah Batam dan Bintan.
Yang mana sebelumnya bright PLN Batam menyampaikan bahwa PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL), sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di Sumatra Selatan. Pemeliharaan tersebut berakibat sumur tidak bisa melakukan proses produksi,adanya kegiatan pemeliharaan sumur Gas tersebut direncanakan akan dilakukan sejak tanggal 23 Februari sampai dengan tanggal 1 Maret 2019.
” DPRD Provinsi Kepri mengapreasiasi langkah dan tindakan yang dilakukan oleh bright PLN Batam yang melakukan langkah cepat dan solusi untuk membatalkan rencana
pemadaman listrik secara bergilir tersebut ” demikian ia ucapkan dalam rapat kerja bersama dengan bright PLN Batam di Graha Kepri, Jumat (22/2/2019).
Kedepan untuk ketangguhan listrik di Batam dan Bintan lanjut dia, akan terus dikawal dipemerintah pusat .sehingga pemadaman listrik yang diakibatkan oleh kurangnya pasokan gas hingga pemeliharaan jaringan listrik dapat diminimalisir ” itu adalah adalah janji DPRD Kepri ” sambungnya.
Tidak hanya Ketua DPRD Kepri.hal serupa pun turut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugraha,bahwa kedepannya untuk wilayah Kepulauan Riau PGN dapat menciptakan pasokan gas yang benar-benar handal. Hal ini ia utarakan mengingat Kota Batam adalah Kota Industri membutuhkan energi yang benar-benar besar.
Sementara itu,Direktur Operasional bright PLN Batam Awaluddin Hafid , berkata pasokan gas yang didapat dari PGN memasok 14 +17 BBTUD dan Petro China memasok 22 BBTUD. “ini data yang dari saat rapat terakhir di SKK Migas ” ucapnya. Karena pasokan gas ini diambil dari Petro China ,kata dia , maka bright PLN Batam harus mengeluarkan biaya tambahan dengan perkiraan sekitar Rp.6 Miliar ditambah dengan biaya tambahan lain-lain.
Sedangkan PT PGN yang diwakili Riza Buana ,menerangkan dalam sepanjang tujuh terahir inilah pemeliharaan sumur gas yang dianggap paling terburuk,sehingga operator mencari upaya dan solusi salah satunya adalah dengan melakukan penambahan dengan jaringan supaya pasokan listrik di Batam dan Binntan tetap handal.(***)






