
Batam , potretkepri.com-Oknum aparat diduga dapat setoran dari pengusaha judi gelper yang kini telah merambah di Batam . Dugaan ini muncul dari analisa bahwa beberapa bulan yang lalu tak satu titik`pun gelper yang berani buka , semua tiarap setelah dirazia polisi. sementara sekarang ini gelper beroperasi dimana-mana.
” mana mungkin berani buka kalau setorannya tidak jelas . semuanya serba duit bos , ke toilet saja bayar , apalagi permainan judi , yah kencanglah setorannya ” ujar sumber media ini tadi malam di Nagoya.
Sumber ini menambahkan , tidak hanya oknum aparat saja yang diduga dapat setoran dari pengusaha gelper , namun oknum pejabat Pemko Batam pun diduga keras turut mendapat setoran tersebut. ” jika tidak mengalir , maka dipastikan dinas yang membidangi dengan membawa Satpol PP sebagai penegak Perda sudah merazia dan melihat apa saja pelanggaran yang dilakukan yang tidak sesuai dengan ijin ” tambahnya.
Berdasarkan investigasi dari berbagai sumber yang didapat media ini ,pihak pengelola gelper telah menunjuk koordinator untuk melakukan pendekatan atau melakukan lobi-lobi supaya praktik perjudian di gelanggang permainan aga tidak disoroti.
Koordinator inisial Asmn tersebut bertugas untuk ” membagi-bagi jatah ” kepada aparat termasuk kepada oknum-okum wartawan dengan sistem per media , bukan per wartawan . Berbagai media cetak dan online pun beruasaha mereka rangkul supaya tidak muncul pemberitaan.
Pantauan media ini, puluhan titik gelper diseluruh Batam telah beroperasi dan tersebar diberbagai sudut , yakni daerah Jodoh , Nagoya , New Town , Windsor , Penuin , Sei Harapan , Mitra Mall , Sagulung , Dapur 12 , Tembesi , Botania Batam Centre.
Sementara itu , Kapolda Kepri , Brigjen , Sambudi Gusdian ,saat dihubungi terkait keberadaan gelper yang identik dengan perjudian sama sekali memberikan tanggapan hingga berita ini dinaikkan kedua kalinya.(tim)






