Advertorial.
Benahi Birokrasi Wujudkan Transparansi
Batam –Dua Tahun lalu, tepatnya tanggal 14 Maret 2016 Gubernur Provinsi Kepulauan (Kepri) H. Muhammad Sani melantik dan mengambil sumpah jabatan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, SE. MM dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, S.Sos. M.Si. berdasarkan Surat Keputusan Mendagri tertanggal 10 Maret 2016. Dan pada hari ini Hari ini, Selasa 14 Maret 2018, Pasangan RAMAH genap berusia dua tahun memimpin Kota Batam.
Resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, pasangan ini mulai melakukan pembenahan dari internal Pemerintah Kota Batam. Dimulai dengan melakukan tes psikologi bagi seluruh pegawai esselon di lingkungan Pemko Batam. Dari Pejabat esselon III A, esselon III B dan Pejabat esselon II B. Untuk mengisi jabatan pimpinan tertinggi pratama di lingkungan Pemko Batam pun dilakukan secara terbuka. Seluruh tahapan test yang diikuti calon pejabat untuk menguji para pejabat buka hanya dari sisi daya tangkap, intelejensia tapi juga dari segi kepemimpinan. Rudi – Amsakar berperinsip bahwa “the rigth man on tha rigth place” harus diterapkan untuk mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Dimulai dari perencanaan, pengelolaan dan penggunaan keuangan pun mulai dilakukan perubahan sejak tahun 2016. Yaitu dengan diterapkannya sistem perencanaan dan sistem pengganggaran yang berbasis aplikasi e Planing (e Musrenbang) dan E Budgeting Pada Tahun 2017. Tidak hanya itu terhitung 1 Juni 2017 sudah dimulai penerapan sistem non tunai pada transaksi keuangan di Organisasi Perangkat Dearah (OPD) yangdi Dimulai dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pendidikan, RSUD Embung Fatimah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Batam. Selanjutnya secara keseluruhan 1 Januari 2018, seluruh OPD di lingkungan Pemko Batam sudah menggunakan sistem non tunai. Harapannya dengan system non tunai ini sistem keuangan dilingkungan Pemko Batam bertambah baik dan menghindari permasalahan hukum.
Sistem penerimaan Pajak dan Retribusi daerah pada tahun 2018 menuju sitem non tunai. Di Sektor Pajak seluruh penerimaan pajak pajak daerah seperti PBB, BPHTB, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame, Pajak Hiburan dan Pajak Penerangan Jalan Sudah menggunakan Sistem non tunai. Demikian Halnya dengan retribusi daerah, seluruhnyaakan mengarah kearah non tunai, saat ini sudah dimulai dari retribusi Persampahan yang mulai meggunakan aplikasi barcoce dan akan disusul juga penerimaan retribusi parkir yang di terapkan pertengahan tahun ini. Semua dibertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)dan mengurangi kebocoran Pajak dan Retribusi.
Tidak hanya itu, di bidang perizinan, Pasangan Rudi Amsakar terus mendorong perizinan yang cepat, dan efisien. Dan Pada Tahun 2017 Batam mendapat kepercayaan Oleh Kementerian Reformasi Birokrasi dan Pendayagunaan Aparatur Negara menjadi salah satu daerah Pilot Project Pelayanan Satu Pintu dengan dibentuknya Mal Pelayanan Publik di Gedung Sumatera Protion Center. Di Mal Pelayanan Publik ini, melayani 427 perizinan dan non perizinan dari 30 instansi di Kota Batam telah diintegrasikan. Gedung dengan konsep modern dan digital tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas diantaranya Ruang rapat VIP, ruang bermain anak, ruang menyusui bahkan Ruang pelayanan Nikah disiapkan bagi Masyarakat. Beberapa daerah di Indonesia juga telah berkunjung ke Batam untuk meninjau dan belajar konsep pelayanan perizinan yang ada di MPP.
Pembangunan Infrastruktur Masih Jadi Fokus Utama

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu agenda terpenting Rudi dan Amsakar. Percepatan pembangunan infrastruktur terus dilakukan, dengan tujuan untuk mewujudkan Kota Batam sebagai kota wisata. Pembangunan infrastruktur sangat strategis dan penting karena mampu memfasilitasi masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi. Peningkatan infrastruktur menjadi awal dalam membangun sektor pariwisata ke depannya. Pelebaran jalan berjalan lancar berkat dukungan dari warga Batam, terutama mereka yang terdampak langsung pelebaran jalan tersebut.
Diawali pada tahun 2016 lalu, Pemko Batam memulai pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Batam bagian Timur. Dimulai dari kawasan Nagoya, hingga ke Batam Centre yang merupakan sector utama pertumbuhan ekonomi Batam. Kini kondisi jalan di kawasan Nagoya, ruas jalan sudah lebar dan jalan menjadi indah karena disejalankan dengan penataan pedestrian bagi pejalan kaki. Disamping menunjang perekonomian warga Batam, pelebaran yang dilakukan bertujuan untuk mengurai kemacetan yang terjadi terutama di jam-jam sibuk.
Kemudian pada Tahun 2017 Pelebaran jalan dilakukan ditujuh ruas jalan utama di Kota Batam. Yaitu Simpang SungaiPanasBundaranMadani, Sungai Panas – Simpang Jam, SimpangBaloi – Apartemen Harmoni, Tanah Longsor – Planet Hotel, Simpang Telkom – Under pass, Simpang Telkom- Pizza Hut dan pelebaran simpang Indomobil
Dilanjutkan di tahun 2018 pembangunan infrastruktur jalan di sepuluh ruas jalan.KesepuluhpenggaljalantersebutadalahSimpang Masjid Raya – SimpangKabil, Simpang KDA – Simpang RS Elisabeth, PatungKuda – SimpangBengkong Seken, Simpang Indomobil – SimpangBaloi Centre, SimpangBaloi Centre – SimpangKampungNelayan, SimpangApartemen Harmoni – SimpangPolsekLubuk Baja, Simpang Jam – Simpang BNI. SimpangFrengki – SimpangKalista, SimpangFrengki – Simpang BNI, Simpang BNI – Underpas
“Pada akhir 2019 seluruh jalan di wilayah Batam bagian timur selesai kita kerjakan. Jalan di Kota Batam akan menjadi jalan yang terbaik untuk daerah tingkat dua se Indonesia,” sebut Rudi.
Pembangunan Infrastruktur di Kota Batam tentunya mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bangun Jembatan Layang ( fly Over) di simpang jam yang merupakan salah satu persimpangan terpadat di Kota Batam. Setelah dibangun selama dua tahun pada tanggal Desember 2017 Fly Over dengan panjang 165 dengan desain melayu tersebut diresmikan penggunaanya oleh Walikota Batam H. Muhammad Rudi. Setelah berhasil mengurai kemacetan di simpang Jam, Rudi- Amsakar terus mengusulkan pembangunan kembali Fly Over (jembatan layang) di Simpang Kabil yang telah mendapat persetujuan Pemerintah Pusat dan akansegera dibangun pada ahir tahun ini.Disamping infrastruktur jalan, pembangunan drainase juga digesa oleh Pemko Batam. Untuk meminimalisir titik banjir yang tersebar di wilayah Batam.
Penyelesaian Permasalahan Banjir
Salah satu tugas berat Pemerintah Kota Batam hingga saat ini adalah mengentaskan permasalahan banjir Sesuai dengan yang dijabarkan dalam visi dan misi Ramah 2016-2021. Upaya yg dilakukan di tahap awal kepemimpianan Ramah pada tahun 2017 ini melakukan penambahan sejumlah alat berat diantaranya beckoe, long arm dan amphibi. Selanjutnya pada tahun 2018 Pemko Batam menambah tiga lagi alat berat yaitu dua long arm dan satu ambhibi untuk terus menyesaikan permasalahn banjir diseluruh wilayah Kota Batam.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK)
Pemko Batam juga menganggarkan dana Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) yang nilainya meningkat setiap tahunnya. Program ini dengan memberikan dana Rp1 miliar di tahun 2017, meningkat Rp1,1 miliar di tahun 2018 untuk 64 kelurahan di Kota Batam. Dalam menentukan kegiatan yang dilakukan mengacu pada rencana kerja yang diperoleh melalui Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Kegiatan mengacu pada skala prioritas yang telah di input dalam e Musrenbang di tingkat Kelurahan.
“Dana ini bisa dipergunakan untuk pembagunan Infrastruktur seperti jalan lingkungan, drainase lingkungan, jerambah, Batu miring dan Balai serba Guna dengan memberdayakan Camat dan Lurah di Kota Batam serta melibatkan masyarakat,” jelasnya.
Kesejahteraan warga Batam menjadi salah satu perhatian penting Rudi dan Amsakar. Setiap tahun melalui APBD Kota Batam dianggarkan untuk kegiatan bazar Sembako murah. Dengan subsidi harga Sembako yang diberikan pemerintah diharap dapat meringankan perekonomian warga Batam yang sedang lesu. Dari tahun ke tahun pun jumlah paket yang disiapkan bertambah. Tahun 2018, Pemko Batam telah menyiapkan 128 ribu paket Sembako murah yang akan dialokasikan 2000 untuk tiap kelurahan di Kota Batam
Sektor Pariwisata Masih menjadi Andalan
untuk membangun sektor pariwisata sebagai alternativ mendongkrak PAD Kota Batam Pemko Batam terus membenahi infrastruktur dan objek pariwisata baru di Kota ini. Rudi Amsakar bertekad menjadikan Batam sebagai tempat Meeting, Incentive, Convention dan Event (MICE) terbaik di Indonesia.
Sarana Wisata Baru yang juga akan menjadi ikon di kota Bata adalah Kebun Raya Batam (KRB) yang terletak di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa. Area konservasi tumbuhanini memiliki luas 86 hektar dan berjarak 10 Km dari Bandara Hang Nadim yang merupakan pintu masuk Wisatawan ke Kota Batam. Kebun raya juga sangat strategis berada di tengah-tengah kawasan resort dan wisata alam Nongsa lainnya yang diharapkan menjadi destinasi baru bagi wisatawan di Kota Batam.
Akhirnya, atas kerja keras dan komitmen dalam membangun Kota Batam, pada tahun 2017 Pemko Batam berhasil menerima 23 penghargaan dari Pemerintah maupun Lembaga Pendidikan dan Penelitian.
“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar Pemko Batam terus meningkatkan kinerja terutama dalam melayani kepentingan masyarakat yang ada di Kota Batam,” ujar Rudi bangga.(***)






