Batam,potretkepri.com-Dinas pendidikan Kota Batam mempasilitasi para peserta didik baru yang tidak tertampung agar dapat diterima seluruhnya oleh pihak sekolah. Langkah yang diambil dengan memaksimalkan rombongan belajar satu kelas diisi 36 orang, akan dimaksimalkan menjadi 40 orang. Apabila masih berlebih kemungkinan akan menambah jumlah rombongan belajar.
“Mudah-mudahan ini menjadi solusi yang tepat untuk kita semua. Memang agak berat dengan penambahan jumlah siswa per kelas ini, tapi langkah ini diambil untuk menyelesaikan persoalan daya tampung di Kota Batam,” sebutnya dihadapan para wali murid calon peserta didik baru.
Sebagai seorang Ibu, Marlin merasakan keresahan dan kegelisahan orang tua akibat anaknya belum diterima pada sekolah yang dituju. Ia mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan anak untuk cepat masuk sekolah. Sebagai Bunda PAUD Kota Batam, Marlin menyarankan agar orang tua tidak memaksakan anak untuk belajar. Terlebih anak yang masih duduk di kelas 1 dan 2 sekolah dasar sebaiknya bermain sambil belajar.
“Saat ini anak-anak Bapak/Ibu masih transisi dari PAUD atau pun TK ke tingkat SD. Jadi jangan dipaksakan untuk belajar. Ketika sudah di kelas 3 baru lah diterapkan belajar disiplin. Kita orang tua, jangan melihat kekurangan anak tapi lihatlah kelebihan anak. Anak-anak sekarang ini tidak bisa dipaksakan, tapi harus kita arahkan. Ciptakan anak dari rumah berahlak mulia, karena ahlak diatas segalanya,” pesannya pada para orang tua.
Dalam kesempatan itu Marlin juga mengingatkan orang tua agar tidak abai untuk melengkapi administrasi kependudukan anak seperti Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran. Ia meminta kepada Camat Sekupang, Kamarul untuk memfasilitasi orang tua yang akan mengurus Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran anak.(*)






