Batam, potretkepri.com—Pengerjaan proyek pembangunan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sambu molor . seharusnya , proyek bernilai investasi US$94 juta atau setara dengan Rp1,12 triliun itu selesai dikerjakan pada Maret 2016, namun faktanya tidak.
Proyek bernilai Triliun`an ini dikerjakan PT. Wijaya Karya , dengan masa kerja diawali sejak tanggal (12 Maret 2014-12 Maret 2016 ) , namun hingga November 2016 ini , faktanya dilokasi proyek ratusan pekerja dengan memakai helm masih sibuk bekerja sesuai tugas masing-masing , serta puluhan mobil truk terlihat hilir mudik mengangkat bahan-bahan material proyek.
“ awalnya proyek ini direncanakan akan diresmikan pada Maret 2016 , namun belum siap , rencana peresmian pun diundur hingga akhir Juni 2016 , akan tetapi lagi-lagi gagal dilakukan karena proyek belum selesai. Informasinya , Desember mendatang proyek ini akan diresmikan oleh Presiden “ ujar salah seorang pekerjanya kepada tim AMSI.
Ditambahkannya , tujuan proyek milik Pertamina ini adalah untuk meningkatkan kapasitas cadangan BBM jenis MFO dan Solar hingga 800.000 kiloliter ,yang dilengkapi 3 dermaga berkapasitas hingga LR 100.000 DWT, terminal automation system berstandar internasional, fasilitas blending, kawasan gudang berikat, fasilitas perkantoran, serta sarana keselamatan, kesehatan kerja, dan lindungan lingkungan (K3LL) satu-satunya di Indonesia.
Bahkan kata dia , proyek ini merupakan sejarah bagi Pulau Sambu yang sudah ada sejak tahun 1918 sebagai Storage and Blending Facility Provider . Bila proyek ini tuntas diyakini mampu berkontribusi besar untuk menjaga suplai BBM didalam negeri serta menjadi modal penting untuk pengembangan bisnis Pertamina di dunia internasinal.
Sementara itu , Manager komunikasi PT.Pertamina wilayah Sumbagut , Fitri Erika , belum memberikan tanggapan. saat dihubungi , yang bersangkutan tidak mengangkat handpone`nya. (as/AMSI)





