Batam , potretkepri.com- Persoalan pengalokasian lahan oleh BP-Batam dianggap salah satu hal yang kerap memicu keributan ,serta salah satu penyebab warga Batam sering berunjuk rasa didepan kantor BP-Batam.
Ditambah lagi persoalan tumpang tindih lahan , Kavling Siap Bangun (KSB) ,pada beberapa minggu lalu menjadi pembahasan para petinggi Negeri ini . pokok materi yang dibahas terkait pengalokasian lahan yang diduga tidak sesuai dengan peraturan serta adanya pihak-pihak yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan meski itu menyalahi aturan.
Bahkan Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Saut Situmorang , secara tegas berkata bahwa sejumlah pihak berusaha mendapatkan keuntungan dari pengalokasian lahan tanpa perduli telah melanggar aturan , sebagaimana dimuat sejumlah media-mmedia nasional.
Lahan yang peruntukannya dialih fungsikan tentu saja sering terjadi , namun latar belakang terjadinya pengalih fungsian itu tidak diketahui penyebabnya apa. Contohnya , bahwa sebelumnya lahan dam Baloi adalah hutan lindung , namun kini sudah diratakan oleh perusahaan pemiliknya.
Kemudian , pengalih fungsian lahan juga terjadi di sekitar kawasan industri di Batam Centre. yang mana jalan yang menjadi akses menuju kawasan ini dialih fungsikan dan saat ini telah dibangun sebuah bangunan gudang.
Seorang yang bernama Aliang kepada media ini berkata bahwa lahan jalan itu dibangun menjadi gudang telah sesuai aturan dan tidak ada yang menjadi masalah.Meski begitu , lahan yang telah dibangun gudang itu telah dia jual kepada orang lain. ” itu tidak ada masalah dibangun gudang , dan sekarang lahan itu telah saya jual ” jawabnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu , Humas BP-Batam kepada media ini menyarakan untuk datang kebidang konsultasi untuk membuat surat konfirmasi dan selanjutnya akan dikasikan kepada pegawai BP-Batam yang membidangi lahan.
Namun sayangnya , Wesli, pegawai BP-Batam yang membidangi lahan kepada media ini berkata supaya mengajukan surat konfirmasi kepada Humas BP-Batam,yang tujuannya untuk menanyakan alih fungsi tersebut. ” buatkan surat pertanyaan ke Humas BP-Batam , nanti saya jawab. soalnya jika saya jawab sekarang takutnya nanti bersalahan ” katanya. (red)





