BATAM,potretkepri.com-Maraknya perdangangan manusia (trafficking) seperti mempekerjakan wanita asing dari berbagai negara di Kota Batam sebagai pekerja seks komersil (PSK) menjadi perhatian internasional,namun semua ini dianggap bagian daripada kegagalan Walikota Batam,Ahmad Dahlan dan pemerintah Kota Batam yang membidangi penerbitan per ijinan,yang segampang membalikkan telapak tangan memberikan ijin hiburan malam tanpa adanya pengawasan.
” ini semua kegagalan Walikota , katanya Batam Kota Madani,padahal PSK asing bertebaran diberbagai tempat hiburan malam Pub & KTV.padahal bisa saja diantara psk itu ada yang terjangkit penyakit Aids. Jika itu sempat terjadi tentu saja akan tertular kepada jantan penikmatnya “.ujar sumber media ini di Nagoya,Jum`at ( 23/10).
Sumber ini berkata mengetahui beberapa nama di Kota Batam yang profesinya sebagai agen lendir kelas wanita asing.kedua inisial orang itu ia sebutkan terdiri dari Pnd , Ahn. ” yah mereka berdua itu setahu saya mafia agen lendir khusus wanita asing,namun saya heran usahanya lancar-lancar saja dan yang menyediakan tempat pun sepertinya tidak tersentuh hukum “ .sambungnya.
Sebelumnya diberitakan. di Pub & KTV Billiar Centre , M1 dan M2 termasuk di Formosa hotel ada PSK asing yang dikelola beberapa orang.Kendatipun hal ini menjadi sorotan diberbagai media online namun tidak ada tndakan dari Pemerintah maupun penegak hukum.(red)






