Batam,potretkepri.com-Berbagai cara dihalalkan untuk mendapatkan uang,sebab cara yang dilakukannya itu dianggapnya aman walau sudah tergolong kejahatan yang sudah luar biasa.itulah yang dilakukan agen bodong ini bersama jaringannya yang diduga kuat telah menyebar diseluruh Indonesia.
Cara kerja yang dilakukan penjahat manusia ini dengan kelompoknya merekrut orang dari luar kota Batam , dengan menjanjikan pekerjaan di luar negeri dengan gaji yang lumayan.
Salah satu korbannya bercerita kepada media ini berawal dari tiga bulan lalu dia (Rahma) , dijanjikan akan dipekerjakan oleh perekrutnya bernama Mawar À.
Sehingga korban ini diberangkatkan dari tempat asalnya Tapanuli Tengah (Tapteng) menuju bandara Kuala Namu,tiba disana ia diterima agen bodong dan di terbangkan ke Batam.
Korban ini mengatakan tergiur atas janji manis agen bodong ini, sebab berbagai jenis pekerjaan telah di janjikan mulai dari pembantu rumah tangga,rumah sakit dan jenis pekerjaan lainnya.korban bercerita sesampai di Batam dijemput dibandara hangnadim dan dibawah menuju salah satu perumahan didaerah Batam Centre (rumah Ww) penampungan sementara.
Dipenampungan ini dia bersama teman temannya korban lainnya sebelumnya diberangkatkan keselat panjang dalam hal pengurusan pasport.agen bodong ini bekerja sangat cepat walau hanya dengan KTP tanpa persyaratan lainnya pasport tetap akan didapatkannya.
Selanjutnya mereka para korban diberangkatkan kemalasya meski hanya bermodalkan pasport tanpa dokumen kerja dan terima oleh agen disana bernama Fanlee.saat berangkat menurut korban sudah mulai curiga sebab didalam kapal bersama korban lain berjumlah kurang lebih 30 orang telah diperas,uang yang dimilikinya dan teman temannya diambil paksa.
” saat berada dikapal uang yang kami miliki telah diambil paksa dan sampai sekarang belum dikembalikan”.katanya.
Korban (rahma) melarikan diri dari rumah majikan sebab dirinya kerap diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya dan tertipu atas jenis pekerjaan yang dijanjikan agen bodong bernama mawar dan WW dan jaringannya.
Sehingga korban bersyukur walau dengan sulit dilaluinya kekantor KBRI bisa selamat dari mafia mafia itu hingga akhirnya ia sampai dirumah Muslia diperum Cipta di Batam Centre. Sedangkan handphone,dokumen penting,uang ringgit beserta uang Rp.4.0000.000 dirampas agen bodong itu.(tim)





