
BATAM,potretkepri.com-National Corruption Watch (NCW) Provinsi Kepri,menyoroti besarnya anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam tahun 2014 sebesar Rp.134 miliar.anggaran ratusan miliar itu dianggap terlalu besar,sebab fakta lapangan menunjukkan pekerjaan yang dikerjaaan beberapa bidang belum maksimal dan jauh dari harapan masyarakat. ” pekerjaan di Dinas PU Kota Batam,banyak yang tidak beres.dalam waktu dekat kita akan minta supaya dilakukan audit ” ujar Ketua NCW Kepri,Mulkan,kepada media ini,kemarin.
Kenapa saya sebut tidak beres,lanjut dia.pembangunan rehablitasi pemeliharaan jalan dan jembatan,menelan anggaran sebesar Rp.76.884.370.320;padahal kondisi jalan di Kota Batam banyak yang berlubang tetapi tidak dilakukan rehablitasi,bahkan jalan yang baru dibangun ada yang langsung rusak. ” contohnya saja,jalandi putaran Ocarina Batam Centre yang dibangun tahun lalu sebagian telah bergelombang dan berlubang,belum lagi jalan yang dilaur kota ” ucapnya.
Kemudian untuk penerangan jalan umum (PJU) sering padam dan terjadi diberbagai kecamatan,sementara biaya untuk pemeliharaan dan perawatan lampu PJU tidak kalah besar yaitu sebesar Rp.12.362.558.200; dan 2 miliar untuk biaya perawatan alat berat ” tadi malam lampu PJU disepanjang Sei Tamiang ,disekitar southlink
dan sei ladi padam,padahal daerah itu tergolong rawan tindak kriminal ” ujar Mulkan.
Bidang yang menggunakan anggaran yang tidak besarnya adalah,bidang pengendalian banjir serta perbaikan jaringan pengairan,yaitu sebesar Rp.10.855.343,400;.sementara diberbagai tempat sering terendam banjir meski hujan turun 1 jam. ” banyak jaringan itu tidak berpungsi maksimal,buktinya hujan 1 jam banyak jalan raya yang terendam bajir ” katanya.
Anggaran dibidang sarana dan prasarana kebinamargaan dan anggaran dibidangan pembangunan rehablitasi pemeliharaan jalan dan jembatan,serta anggaran dibidang pengendalian banjir serta perbaikan jaringan pengairan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan bidangnya di Dinas PU Batam,yang rata-ratanya menggunakan anggaran dibawah Rp.2 miliar.(am)






