Sidak ke RSUD Tanjung Batu,Bupati Karimun akan Evaluasi Keuangan dan Pelayanan

Karimun16 Dilihat

Karimun, potretkepri.com – Bupati Karimun H.Ing Iskandarsyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung batu Kabupaten Karimun, Pada Kamis (30/4/20/6)

Sidak yang dilakukan Bupati karimun H.Ing iskandarsyah menyusul adanya informasi di media massa mengenai pasien rawat inap yang tidak mendapatkan jatah makanan serta pelayanan kesehatan yang belum maksimal terutama terkait anggaran yang sudah di berikan kepada pihak RSUD Tanjung Batu. ucap Bupati Karimun

Dengan ada nya kejadian ini kami pemerintah Kabupaten Karimun akan segera mengevaluasi tentang menejmen keuangan serta pelayanan yang tidak maksimal di RSUD Tanjung Batu.

Bupati mengatakan, seharusnya pihak rumah sakit jika ada permasalahan segera diskusikan ke kami agar permasalahan tersebut dapat kita atasi bersama atau lansung ke BPKAD karena baik itu RSUD maupun Puskesmas tidak boleh menghentikan pelayanan karena kesehatan itu menjadi prioritas utama bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat Kabupaten Karimun yang kita cintai.

“Kita akan panggil semuanya bagaimana mekanisme serta menejemen RSUD Tanjung Batu akan kita kupas semua kita Evaluasi semua baik itu soal anggaran, pelayanan, obat obatan semua akan kita benahi,” ujarnya

Lebih lanjut Bupati Karimun H.Ing Iskandarsyah melakukan kunjungan ke Destinasi Wisata Agora dalam rangka silaturrahmi dan melakukan dialog bersama teman-teman pengusaha yang ada di wilayah Pulau Kundur.

dalam dialog ini Bupati Karimun berharap kepada pengusaha agar usaha – usaha yang ada dapat berjalan dengan lancar adapun kekurangan – kekurangan yang ada sambil pelan – pelan akan kita perbaiki seperti akses jalan dan lain sebagainya. Pungkas Buapati karimun Meng ahirinya

Ogen salah seorang Kariawan di Destinasi Wisata Agora mengatakan bahwa tutup nya Agora ini di sebabkan sepi pengunjung, hanya mengharapkan kunjungan dari orang-orang lokal saja dan untuk biaya operasional sehari- harinya tidak dapat tertutupi sehingga membuat Agora harus segera tutup.

Menurut Ogen biaya karyawan saja sebanyak 30 orang hampir mencapai 60 juta perbulannya blum lagi biaya operasional lainnya seperti listrik pajak dan lain sebagainya, rata – rata pertahun bisa menghabiskan miliaran rupiah di tambah lagi akses jalan yang rusak parah membuat pengunjung lokal pun enggan mau bersantai ke Agora di tambah lagi pengunjung dari luar tak kunjung datang kalau pun mereka datang ke Agora pada musim lebaran Idulfitri dan tahun baru Imlek saja. ucapnya

(A.Yahya)