Pelabuhan Gelap di Barelang dan Tanjungriau Ibarat Diskotik Bagi Penyeludup

Investigasi1362 Dilihat

Batam,potretkepri.com-Banyaknya pelabuhan gelap yang biasa disebut pelabuhan tikus di berbagai penjuru Kota Batam menjadi pintu keluar dan masuknya barang illegal ke kota berslogan ‘ Bandar Dunia Madani ‘ ini.

Lemahnya pengawasan aparat hukum diyakini salah satu penyebab aksi-aksi yang merugikan negara tersebut berjalan mulus,bahkan tak berlebihan jika disebut bagi penyeludup pelabuhan tikus bagaikan diskotik atau tempat hiburan menyenangkan bagi mereka.

“peyeludup itu keluar masuk pelabuhan tikus diyakini bayar juga kepada yang punya pelabuhan tersebut,begitu juga jika masuk tempat hiburan diskotik bayar juga karena ada yang punya atau pengelolanya .Jadi aktivitasnya juga aman terkdendali karena jikapun ada petugas yang mengetahui yah mungkin saja kenal dengan pemilik atau pengelola dan diyakini telah ada koordinasinya dengan setiap ada kegiatan.kira-kita itulah gambaran sederhananya “ ujar seorang warga Rempang Galang,kepada media ini pada Kamis (19/6/2025).

Dikatakannya,aksi penyeludupan rokok dari sekitar jembatan 4 hingga jembatan 6 diyakininya rutin berjalan setiap minggu meski tidak rutin setiap hari.”biasanya mereka mainnya sore hingga malam hari.mereka intip-intip juga waktu yang tepat”sambung dia.

Bahkan,kata dia,pelabuhan rakyat yang memiliki izin saja kerap terjadi aksi penyeludupan barang beragam jenis seperti spare part dengan tujuan berbagai provinsi,seperti ke Tanjung priok ,Kalimantan dan lain lain.

“ barang-barang yang tujuannya ke Jakarta  pun sering berangkat dari sini meggunakan kapal-kapal kayu berbobot ratusan ton.Kalau jenis ini sepertinya milik perusahaan ekspedisi karena yang membawa barang kesini rata rata mobil truk besar “sebut dia.

Ratusan titik pelabuhan tikus di kota teh obeng ini menjadi jawaban bahwa aksi penyeludupan ini terjadi tidak hanya dari daerah jembatan 4- 6 Barelang saja dan pelabuhan Tanjungriau serta Pelabuhan Telaga Punggur penyebarang roro saja.Namun diyakini terjadi disejumlah titik pelabuhan tikus lainnya yang dianggap aman untuk bergerak (*)