Foto hasil tangkapan layar , group Whatsapp ” KOPI WARTAWAN”. (potretkepri.com)
Batam , potretkepri.com- Dana Belanja Publikasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam dipertanyakan lari kemana atau dikemanakan hingga pembayaran terhadap sejumlah media diawal Tahun 2021 ini terseok-seok.
Celakanya , Kabag Humas dan Protokol DPRD Kota Batam , Taufik , sebulan yang lalu mengatakan untuk pembayaran terhadap media di bulan Maret dan April 2021 akan dibayar sekaligus pada bulan Mei 2021 ini.
” kalau masih ada yang belum terbayar nanti sekalian dibayar Mei depan.apa usalan dan yang disampaikan kawan-kawan nanti saya sampaikan dalam rapat agar kedepan dapat diperbaiki” ujar Taufik.
Kebohongan ini tidak hanya begitu saja menjadikan sejumlah media menjadi korban.Namun ,Waldi yang bekerja sebagai PTT dibagian Humas DPRD Batam ikut menjadi korban kebohongan ini,sebab yang bersangkutan sendiri terhitung sebanyak dua kali memberitahukan dengan membuat sebuah postingan didalam group Whatsapp “KOPI WARTAWAN” bahwa telah dilakukan pembayaran.
Pemberitahuan ini justru melukai perasaan karena tenyata hanyalah sebagai pembohongan terhadap sejumlah media yang ada didalam group tersebut , terbukti setelah dilakukan pengecekan ke bank terungkap bahwa tidak sesuai dengan kenyataan.Yaitu ada yang nol sama sekali dan ada yang dibayar hanya satu bulan saja.
Ketika hal ini ditanyakan melalui telepon , Waldi berkata bertele-tele dengan alasan masih banyak SPJ media untuk bulan Mei-April belum disampaikan kebidang humas. ” kita coba cek lagi , soalnya masih banyak tangihan bulan Mei dan April yang belum masuk ” jawabnya seolah lari dari apa yang ditanyakan.
Sementara , Kabag Humas dan Protokol DPRD Kota Batam , Taufik ,Senin siang (24/-5/2021) tidak berada diruangan kerjanya dan saat dihubungi ternyata nomor Handphone dan Whatsapp-nya juga tidak aktif. Sehingga belum diketahui penyebab sebenarnya mandeknya dan terseok-seoknya pembayaran MoU ini.
Pelayanan dibidang Humas dan Protokol DPRD Kota Batam sejak Sekwan dijabat Asril sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan pelayanan Sekwan DPRD Batam yang sebelum-sebelumnya.(red)





