BATAM,potretkepri.com-Pemerintah Provinsi {Pemprov} Kepulauan Riau {Kepri} dituntut untuk dapat lebih transfaran dalam menyampaikan penggunaan anggaran Tamadun Melayu kepada masyarat
Tuntan kali ini disampaikan puluhan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia {PMII} Kota Batam saat berunjuk rasa didepan Gedung Graha Kepri di Batam Centre Kota Batam pada Senin {30/9}
“kita minta anggaran kegiatan Tamadun Melayu disampaikan kepada masyarakat secara transfaran dan terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi” ujar Ketua PMII Kota Batam,Rizky Permana
Puluhan Mahasiswa PMII Kota Batam ini mengatakan bahwa penggunaan anggaran Tamadun Melayu yang diresmikan Wakil Presiden RI Boediono itu terkesan pemborosan serta dinilai tidak proporsional
” kami menilai anggaran yang digunakan ini terkesan terjadi pemborosan serta tidak wajar” kata Rizky
Selain anggaran Tamadun Melayu.PMII Kota Batam ini juga menyoroti ketidak merataan apresiasi pendidikan serta tenaga pendidik pada anak usia dini
Karenanya menurut mmereka perlu dikaji ulang kembali kebermafaatannya.sebab,lanjut mereka hanya pihak-pihak tertu saja yang mendapatkan anggaran tersebut
Demo PMII kali ini mendapatkan pengawal ketat dari aparat kepolisian.bahkan puluhan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja {Sat Pol PP} turut serta bersiaga dalam menjaga jalannya demo.
Sayangnya hingga mahasiswa ini membubarkan diri tak satu pun pegawai Pemprov Kepri yang bertugas di Graha kepri ini yang turun untuk menemui pendemo.[ran}






