Batam ,potretkepri.com-Guru SMPS Widya Tiban Kecamatan Sekupang ,Kota Batam ,Provinsi Kepulauan Riau terkesan mempersulit orangtua yang meminta surat keterangan perubahan penulisan pada kesalahan nama orangtua dalam Ijazah anaknya .
Karena telah berjalan sekitar tiga minggu lamanya surat keterangan ini tidak kunjung selesai,sehingga disayangkan pelayanan sekolah SMP Widya Tiban Kecamatan Sekupang ini dapat dikatakan jauh beda dengan pelayanan sekolah lainnya dalam mengeluarkan surat keterangan yang sama , ,nyatanya di sekolah lain bisa selesai hanya dengan hitungan jam.
Hal ini dialami HS .kepada media ini ia menjaskan bahwa pada awalnya mereka datang ke Dinas Pendidikan dengan maksud untuk mengurus surat keterangan perubahan nama orangtua dalam ijazah anaknya .
Namun karena yang mengeluarkannya adalah pihak sekolah sehingga disarankan untuk memintanya kepihak sekolah dan selanjutnya membawa surat keterangan tersebut ke Dinas Pendidikan untuk ditanda tangani oleh Kepala Dinas.
Bahkan pegawai Dinas pendidikan tersebut pun membantu membuatkan oret-oret dalam kertas sebagai contoh bagaimana yang biasa mereka ketahui untuk urusan yang sama,tujuannya adalah untuk meringankan TU sekolah dalam membuat surat keterangan tersebut.
Setelah mendengar hal itu maka kedua orangtua si anak pun pada tanggal (21/5/2022) mendatangi gedung sekolah SMP Widya Tiban. Saat bertemu dengan pihak guru,orangtua si anak menjelaskan tujuannya untuk mengurus surat keterangan kesalahan penulisan nama orang tua dalam ijazah anak.Setelah itu , guru tersebut menjawab akan membuatkannya dan membawanya sendiri ke Dinas Pendidikan Kota Batam.
Namun waktu telah berjalan selama tiga minggu tetapi surat keterangan ini ternyata tidak kunjung selesai dengan beragam alasan.Bahkan orangtua si anak terhitung beberapa kali menghubungi oknum guru ini menanyakan surat keterangan tersebut sudah bisa ambil atau bagaimana , namun di oknum guru ini selalu saja membuat-buat alasan.
Alasan pertama ia sampaikan bahwa ia ingin berangkat ke Medan,sehingga surat keterangan tersebut boleh diambil ke kawannya sambil memberi tahu siapa kawannya yang ia maksudkan.Setelah hari yang dijanjikan tiba surat keterangan tersebut ternyata belum siap juga .namun kemudian ia berkata agar orangtua sianak datang ke SMP Widya Tiban dihari yang ia tentukan.
Setelah tiba hari yang dijanjikan tersebut orangtua si anak menghubunginya tetapi ia beralasan sedang pergi ke Tanjungpinang dan berkata agar orangtua anak boleh datang jam 14 Wib pada hari ini Senin tanggal (13/6/2022).
Namun faktanya Senin sekira pukul 14 wib kurang 5 menit terlihat pintu gedung sekolah SMP Widya Tiban ini tertutup rapat dan saat di telepon berulang kali yang bersangkutan tidak mau mengangkat telepon serta tidak membalas pesan Whatsapp.
Kecewa dan merasa seolah dipermainkan,orangtua ini mengirimkan pesan whatsapp akan melaporkan pelayanan yang kurang bagus ini ke Dinas Pendidikan.
Setelah itu ,oknum guru ini langsung membalas pesan whatsapp dengan kata-kata yang bernada emosi,begini bunyi pesan whatsapp yang ia kirimkan .” silahkan aja bu saya g ads ruginya”.“saya udah bolak-balik kemaren ke Dinas selalu salah“.”Lapor aja bu g takut saya ibu ancam2 itu karena kesalahan penulisan nama di ijazaj bukan kesalah pihak kami pihak sekolah”.”Kalau ibu ancam saya makin saya saya g urus karena dinas juga paling serahkan kepada kami”.” Ibu pikir ibu aja yang capek ,saya jauh lebih capek bolak -balik prin pakai kertas bagus dan materai salah selalu disalahkan sama dinas” demikian isi pesan whatsapp yang ia kirimkan kepada orangtua si anak.
Setelah menerima isi pesan whatsapp oknum guru ini ,akhirnya orangtua si anakpun memilih menyampaikan hal ini ke Dinas Pendidikan Kota Batam.
Menanggapi hal tersebut pegawai Dinas Pendidikan yang bertugas dibidang pelayanan ini berkata akan menghubungi pihak sekolah karena hal tersebut adalah tanggung jawab pihak sekolah dan juga ada aturannya.
” ini ada aturannya .biar aja kami yang menghubungi pihak sekolah ,ini kami ada kok teleponnya ,nanti biar pihak bapak dihubungi ” ujar pegawai Dinas Pendidikan ini menjawab.
Meski awa media ini ikut sejak awal pengurusan surat keterangan ini , namun untuk menjaga pemberitaan yang akun tabel dan berimbang ,potretkepri.com menghubungi oknum guru ini meminta klarifikasi dimana kesulitannya untuk pembuatan surat keterangan tersebut sehingga sampai memakan waktu hingga tiga minggu lamanya namun toh juga tidak selesai .
Namun oknum guru ini berkata telah berulang kali ke Dinas Pendidikan tetapi selalu disalahkan.Ia juga mempersilahkan hal ini diberitakan.Bahkan ia mengirimkan pesan whtsapp tidak peduli jika sekalian pun dipanggil Dinas Pendidikan.(red)






