Sejumlah Alumni HMI Keluhkan Kepesertaan di Musda KAHMI Batam

Batam211 Dilihat

Batam (potretkepri.com) – Beberapa alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Batam mempertanyakan kinerja Steering Comittee (SC) dan kepanitiaan Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Batam. Sebab banyak calon peserta yang tidak bisa mendaftar secara online dan tahapan pencalonan presidium yang tidak mengakomodir hak bakal calon.

Sebelumnya, panitia membuka pendaftaran bagi calon peserta melalui sistem online lewat https://bit.ly/regPESERTA_MUSDAKAHMI. Batas pendaftaran tersebut adalah Kamis, 26 Agustus 2021 pukul 15.00 WIB.

“Namun belum sampai pukul 15.00 WIB, calon peserta musda sudah tidak bisa mendaftar dengan alasan sudah full,” keluh Wahyu, alumni HMI Batam.

Hal yang sama juga diungkapkan Sugiyarto dan Heri, alumni HMI dari Komisariat Universitas Riau Kepulauan (Unrika). Ia juga mengeluhkan tertutupnya akses bagi calon peserta yang ingin mendaftar di Musda KAHMI Batam.

“Seharusnya akses bagi para alumni HMI untuk turut berkontribusi dan hadir dalam pelaksanaan musda KAHMI Batam dibuka seluas-luasnya, bukan dibatasi. Organisasi ini milik bersama para anggotanya, bukan mau dikuasai oleh segelintir orang saja,” protesnya.

Selain dari calon peserta, keluhan juga disampaikan oleh bakal calon presidium. Karena ada beberapa bakal calon yang terganjal hanya karena adanya persyaratan khusus terkait donasi.

“Masalah donasi ini kan tidak ada diatur di AD/ART. Selain itu, alur pendaftaran juga perlu dievaluasi. Panitia harus memberikan waktu untuk perbaikan bagi kekurangan berkas-berkas pendaftaran,” kata seorang bakal calon.

Sejumlah nama telah mendaftar sebagai Calon Presidium KAHMI Batam periode 2021-2026. Mereka di antaranya Amsakar Achmad, Riama Manurung, Ifdil Jamal, Sayuti, Khoirul Rosyadi, Slamet Munawar, Sudirman Dianto, Jazuli, Fendi Hidayat, Supriyadi, Rizky, dan Yusnan. (yad)