Demo-ribuan warga Rempang melakukan aksi damai didepan Kantor BP-Batam,pada Rabu (23/8/2023)foto potretkepri.com (Andre)
Batam,potretkepri.com-Ribuan warga Kecamatan Galang yang terdiri dari sebanyak 14 kampung berdemo, mereka mengepung Kantor BP-Batam,di Batam Center,pada Rabu (23/8/2023)
Dalam aksinya,orator demo mengatakan dalam aksi ini harus mendapatkan keputusan terkait nasip mereka yang terancam di gusur.
“Kami mau hari ini harus ada kepastian,jika tidak kami akan bertahan di tempat ini “ujarnya.
Awalnya Kepala BP Batam Rudi tidak terlihat menemui pendemo,bahkan para pendemo terlihat melempari Kantor BP-Batam dengan air mineral sembari berteriak agar Kepala BP-Batam turun menemui mereka.k
Ahirnya Kepala BP-Batam turun menemui ribuan warga yang bedemo, ia mengatakan bahwa kerjasama antara BP-Batam-Pemko Batam dan PT MEG sudah ada semenjak pada tahun 2004 sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala BP Batam.namun sepertinya tidak ada kesepakan yang dihasilkan.
Untuk diketahui bahwa sebelumnya,Kepala BP-Batam Rudi menawarkan Kaveling dengan luas tanah 500 meter bagi warga yang terdampak terkena relokasi.Namun tawaran tersebut belum diterima oleh warga terdampak.
Dalam kerumunan demo tersebut,media ini kepada seorang pendemo bagaimana sikap mereka terkait tawaran Kepala BP-Batam tersebut,ia menjawab bahwa mereka memilih untuk bertahan dengan tetap tidak bersedia direlokasi dengan alasan selama ini dengan kurun waktu beratusan tahun telah tinggal disana dan bekerja sebagai nelayan.
“kami tak mau pindah,selama ini kami bekerja sebagai nelayan,dan tak bisa bekerja di Kota “.sambung dia.(Andreas)






