Batam , potretkepri.com-Pelayanan oknum dokter di RSBP Batam diduga ‘sepele’ terhadap pasien yang mau berobat .Hal mengecawakan seperti ini terhitung dua kali dialami inisial AS seorang pasien yang ingin berobat ke poli bedah syaraf di RSBP Batam.
AS menerangkan ,kekecawaan pertama yang ia alami terjadi pada tanggal (10/5/2022).Yang mana saat itu sekitar pukul 9 wib ia mendaftar untuk berobat tujuan ke poli bedah syaraf,namun pegawai bidang informasi berkata bahwa dokter poli bedah syaraf belum ada dan akan mulai masuk pada siang hari pukul 13 wib.
” dokter A poli bedah syaraf masuk jam 13 siang nanti. mau daftar sekarang atau nunggu sekalian nanti aja ” ujar dia menerangkan,menirukan seperti yang disampaikan pegawai tersebut.
Kemudian,setelah didaftar pada jam 12 wib,seorang perawat ditempat itu melakukan pemeriksaan tensi darah sambil bertanya dan mencatat apa saja keluhan yang dialami setelah itu menyuruhnya duduk untuk menunggu dipanggil.
” silahkan duduk aja dulu ya pak,menunggu nanti dipanggil dokter ” tutur perawat tersebut.
Namun,setelah ditunggu hingga sekitar 4 jam lamanya tiba-tiba saja perawat tersebut datang menghampiri dan berkata bahwa dokter A yang ditunggu-tunggu tersebut sudah diluar atau posisinya sudah ada di rumah sakit yang lain.
” maaf pak,katanya dokter poli bedah syaraf sekarang sudah di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.jadi besok aja datang jam 10 pagi”ujar perawat ini tanpa merasa bersalah dan tanpa merasakan kekecewaan yang dirasakan seseorang yang sedang sakit disuruh menunggu hingga berjam-jam lamanya namun akhirnya dikecewakan begitu saja.
Meski merasa kecewa yang begitu teramat berat sakit serta merasa disepelekan namun karena ingin sehat dan sembuh ,keesokan harinya ia kembali datang ke poli bedah syaraf RSBP Batam sesuai jam yang ditentukan dan hari itu pada tanggal (11/5/2022) dokter poli bedah syaraf yang bertugas hari itu pun menangani keluhan sakit kepala yang ia alami karena terbentur ke batu saat ia kecelakaan berkenderaaan.
Setelah berselang satu minggu kemudian obat resep dari dokter tersebut pun sudah habis sedangkan ia masih suka pusing dan lehernya pun terasa pegal,sehingga pada Rabu tanggal (18/5/2022) ,ia ingin lagi melakukan kontrol dan berobat kembali ke dokter poli bedah syaraf tersebut,karena saat berobat sebelumnya dokter tersebut juga berkata boleh datang kembali untuk berobat jika masih merasa ada kurang sehat.
Setibanya disana pegawai bidang informasi di RSBP Batam berkata bahwa dokter bedah syaraf sambil menyembutkan nama dokter tersebut akan masuk pada jam 13 wib sehingga menyarankan terlebih dahulu melakukan pendaftaran.
Usai pendaftaran selesai , kemudian seorang perawat memanggilnya dan melakukan pemeriksaan tensi darah setelah itu menyuruhnya duduk menunggu dipanggil oleh dokter.
Celakanya,meski sudah menunggu dari sejak pukul 13 wib namun hingga pukul 15 -20 wib tidak dipanggil-panggil sama sekali.Saat perawatnya ditanya kenapa tidak dipanggil sudah tiga jam lebih menunggu .Namun perawat tersebut menjawab bahwa dokter itu masih ada di RSBP Batam tetapi sedang melakukan operasi meski tanpa menjelaskan operasi apa yang ia maksudkan.
“ditunggu saja nanti dipanggil.Dokter ,nya masih operasi “jawab dia.tak menejelaskan jam berapa akan dipanggil oleh Dokter tersebut.
Karena tak tahan menunggu hingga hampir empat jam lamanya dan perawat diloket tadi tersebut terlihat sudah kosong ,akhirnya AS pun keluar bertanya sambil komplain dan mengutarakan kekesalannya kepada pegawai pendaftaran hingga akhirnya ia memilih untuk pulang kerumahnya karena tak tahan menunggu dokter dengan waktu yang tergolong sangat lama.
Setelah sampai dirumahnya,seseorang bernada suara perempuan yang mengaku pegawai RSBP Batam menelpon dan bertanya apakah jadi berobat atau bagaimana.Namun setelah AS menanyakan tentang standar aturan jam tunggu pasien yang sedang sakit untuk ditangani oleh dokter yang dituju ,perempuan tersebut tidak menjawab namun berkata akan menyampaikan hal itu kepada atasannya.
” maaf , saya takut nanti salah-salah ngomong.nanti saya sampaikan ke atasan ” jawab wanita tersebut dan langsung memutus pembicaraan.
Hingga berita ini dinaikkan kepala RSBP Batam belum berhasil dimintai tanggapan tentang standar pelayanan jam waktu tunggu berapa jam seorang pasien di RSBP Batam agar ditangani oleh dokter yang dituju.(red)






