, potretkepri.com-Naiknya tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) baru baru ini nyaris membuat Batam lumpuh yang mana sejumlag toko dikawan Nagoya tutup karena adanya selebaran surat yang menyatakan tutup turun jalan untuk menolak UWTO.
Tidak hanya masyarkat yang mengeluarkan berbagai statement , sejumlah anggota DPRD Batam mengatakan keberatannya masing-masing terkait naiknya tarof UWTO tersebut.
Sperti diutarakan Muhammad Yunus.Spi, politisi partai Demokrat ini mengatakan kenaikan tarif UWTO, bukan saja memberatkan para pelaku bisnis di Batam, namun memberatkan seluruh lapisan masyarakat batam.
Menurutnya,kenaikan tarif UWTO harus disesuaikan,UWTO pemukiman digratiskan, sedangkan UWTO bagi industri dan jasa di sesuaikan secara proporsional.
“Nilai kenaikan tarif baru ini, dinilainya sangat memberatkan terutama bagi kalangan industri dan jasa, dengan tarif yang baru tergolong sangat mahal. Aksi penolakan UWTO sudah menyeluruh oleh karena itu, dia menyarakan agar kenaikan tarif UWTO ditunda saja,”Ujarnya
Sementara itu, aksi demo yang akhir akhir ini semakin deras, Yunus berpandangan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sah sah saja, namun harus mematuhi aturan aturan yang ada, jangan sampai terjadi benturan dengan aparat, sebab jika sampai terjadi yang dirugikan tentunya masyarakat juga.
“Jika melakukan aksi demo marilah sampaikan aspirasi secara santun dan damai, sehingga aspiranya tidak ternodai,”terangnya.(AMSI)






