Batam,potretkepri.com-Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulaun Riau,Andi Agung ,dengan tegas menyampaikan agar membuat laporan jika menemukan ada pungutan liar (pungli) di sekolah pada proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 ini.
Hal itu ia utarakan untuk menjawab adanya kabar terendus adanya orang tua calon siswa yang diminta “uang” atau harus merogoh kocek dengan jumlah tertentu demi anaknya agar diterima disekolah yang dituju.
“jika ada main duit laporkan ke kita ,saber pungli kita lakukan” ujar Agung dengan tegas kepada awa media usai acara silaturahmi gubernur Kepri sembang Bersama media di Bintang Kopi ,Batam Center,Kota Batam,Selasa (4 Juli 2023).
Agung mengatakan,sejak PPDB belum dimulai,ia sudah mengajak Saber Pungli ,Ombudsman dan Komisi IV ,tujuannya agar proses PPDB dapat berjalan dengan baik.
“makanya saber pungli turun kes sekolah dan jika ada bicara duit laporkan saja.sebab baik disatuan juga sudah saya sampaikan agar jangan coba-coba berbicara masalah duit’jika ada silahkan dilaporkan “ujar dia dengan tegas.
Sedangkan adanya sekolah di Kota Batam yang mengutif iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk dua bulan sekali gus setelah melakukan pendaftaran ulang ,menurut Andi Agung hal tersebut belum ada arahan dari Dinas sampai saat ini yang dilakukan agar PPDB dapat diselesaikan,sedangkan pungut memungut belum boleh dilakukan.
“Tentang temuan Ombudsman nanti akan kami kumpulkan lagi dengan satuan Pendidikan tersebut.ini berulang-ulang kami sampaikan diawal rapat ,setelah selesai anak itu positif diterima agar diadakan pertemuan dengan orangtua calon siswa ” tutur dia.
Memang kata Andi Agung,untuk SMA dan SMK masih diperbolehkan mengutip SPP.cuman masalah awal bayar di awal belum pernah dilakukan.(as)






