Batam,potretkepri.com-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,Hasan,berpendapat bahwa perusahaan media saat ini sudah tidak ada yang benar-benar independen,yang ada hanya berharaf bantuan dari pemerintah.
Hal ini ia utarakan per telepon ketika potretkepri.com bertanya terkait dengan munculnya pemberitaan di salah satu media online tentang dugaan aliran dana kerjasama Kominfo Provinsi Kepulauan Riau terhadap sejumlah media fiktif serta bahwa di era ini banyak media yang berpihak kepada penguasa.
Kepada awa media ini Hasan berkata supaya jangan bicara soal idealis,sebab sebenarnya kalo perusahaan media berdiri benar harus kuat modal,sedangkan media sekarang ini tertumpu pada bantuan pemerintah.Meski begitu ia berkata mempersilahkan independen karena itulah yang mantap.
“saya mau bertanya, kuat modal engga?silahkan independen.tapi sekarang ini tidak ada yang begitu bos semua berharaf apa “ujar Hasan.
Bantuan-bantuan pemerintah,menurut Hasan sangat membantu owner perusahaan yaitu untuk membayar gaji wartawan,bayar domain,bayar web,bayar pajak.
“dari mana kalau tidak bekerja sama dengan pemerintah ?.Oke kalau swasta hari pasca pandemi covid-19 sudah oleng semua,jadi siapa yang diharafkan? ya pemerintah!tanpa bantuan pemerintah media itu akan tutup.Kenapa ? karena hanya pemerintah yang mampu membantu kalau pengusaha mana sanggup apalagi dimasa covid ini.”ucapnya kepada potretkepri.com melalui sambungan telepon genggam pada Minggu (6/11/2022).
Namun,kata Hasan,walaupun bekerja sama dengan pemerintah harus memberitakan dan proposional sesuai dengan etika jurnalistik.Ketika bicara ada dugaan harus konfirmasi terlebih dahulu,kemudian di tulis apa yang di sampaikan biar publik menilai,fair dan jangan ber opini tanpa sumber informasi atau yang menanggapi.
Di tambahkannya,untuk saat ini Dinas Kominfo Provinsi Kepri telah bekerja sama dengan sebanyak 221 media.ia mengatakan tidak ada masalah jika pun tidak kerjasama dengan media lain meski telah terverifikasi di Dewan Pers namun pembaca media tersebut sedikit jumlahnya dan yang mereka inginkan adalah media yang jumlah pembaca lebih banyak.
“kalaupun saya tidak mau membantu media yang ter verifikasi karena pembacanya sedikit kan tidak masalah juga,dan juga kalau saya membedakan angka kerjasamanya juga tidak masalah ,kan diskresinya ada di saya.Mana saya pandang lebih bagus tujuannya supaya informasi sampai kepada publik.biarlah publik yang menilai”sebut dia.
Kadis Kominfo Provinsi Kepri ini pun berkata bahwa untuk sekarang ini media harus pandai berkreasi berinovasi.Contohnya mengirimkan link berita ke media sosial seperti twitter,instagram,facebook hingga group medsos RT/RW.Sebab,kalo link berita di kirimkan ke group medsos wartawan tentu saja tidak akan ada yang membaca karena sama-sama membuat berita tersebut.
“Sekarang masing-masing media harus pandai berkreasi ber inovasi. Contoh berita jangan di kirim ke sesama wartawan karena wartawan akan beritakan itu juga siapa yang mau baca.masukkan ke media sosial facebook ,instagram ,twitter,kirim ke forum RT/RW kalau kirim sesama orang media siapa yang baca dan siapa yang buka
”
“otaknya itu tidak jalan ,yang penting dapat bantu dapat bantu,harus berkreatif media.Media online ketika tidak mampu menyaingi di gitalisasi maka akan tertinggal dengan sendirinya “sebut dia.(red)






