Jeritan Rakyat Kecil Ditengah PPKM Darurat , Ade Armando Berharaf Presiden Hentikan PPKM Darurat

Jakarta , potretkepri.com-Pemberlakuan PPKM Darurat menjadi sorotan para pengamat .salah satunya adalah datang dari Ade Armando dengan mengatakan jika ada “pengkubuan ” maka dia akan berada diposisi tersebut yang berharap PPKM darurat dihentikan.

Dosen UI ini mengatakan bahwa  pemerintah sudah cukup lama memberlakukan PPKM Darurat , karenanya masyarakat harus kembali diizinkan bergerak keluar rumah dan tidak bisa berdiam diri saja.Karena yang bisa berdiam diri dirumah itu adalah kaum menengah keatas yang punya tabungan atau yang punya saham.

” kalau saya sih jika dipaksakan harus tidak keluar rumah atau dipaksa untuk bekerja dari dari rumah WFH yah tidak ada masalah karena saya ASN yang digaji setiap bulan , banyak jutaan orang menengah keatas diluar disana yang menikmati hal serupa yang tinggal dikamar tidur dengan fasiltas lengkap. orang-orang yang semacam ini tidak akan terganggu kenyamanannya jikapun PPKM Darurat diperpanjang berminggu-minggu”ujar dia.

Tapi kata dia , mari coba lihat kaum menengah kebawah yang bekerja disektor informal atau yang bekerja lepas , mereka menjerit pemberlakukan PPKM Darurat adalah yang menghancurkan hidup mereka sebab tanpa keluar rumah tidak bisa mendapatkan uang dan terancam kelaparan . Ini mencakup pedagang asongan , pedagang kaki lima , tukang , buruh bangunan , ojek ,supir taksi ,tukang parkir.

” kalau mereka tidak boleh keluar rumah terus mereka dapat hidup darimana ? Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan Singapura. Singapura adalah negara kaya yang mampu membayar upah buruh sebesar 75 persen ketika PPKM Darurat diberlakukan. jadi tidak masalah jika mereka tidak keluar rumah ” terangnya.

Indonesia lanjutnya, tidak sanggup menanggung gaji para karyawan dan mana sanggup membayar pendapat para pekerja disektor informal. Selain itu perusahaan-perusahaan besarpun tentu tidak bisa diabaikan , kalau PPKM dilanjutkan ekonomi tidak bergerak , bisnis macet , para pemilik modal mungkin akan mengalami kerugian miliaran rupiah ,sehingga langkah yang biasanya lazim dilakukan jika perusahaan yang mengalami kerugian adalah melakukan pemberhentian karyawan , badai PHK , lagi-lagi yang terkena adalah rakyat kecil.

Tahun 2020 Indonesia dipaksa untuk lockdown,namun Presiden menolaknya dan berkata bahwa kita harus belajar hidup bersama corona ,harus belajar hidup normal bahwa corona ada disekitar kita dan kita beradaptasi(ikhsan).




Tinggalkan Balasan