Didekat Sekolah dan Rumah Ibadah , DPRD Batam Soroti Gelanggang Permainan

Aggota Komisi I DPRD Batam,Harmidi . sumber foto / facebook.com (www.potretkepri.com)
Aggota Komisi I DPRD Batam,Harmidi . sumber foto / facebook.com (www.potretkepri.com)

Batam,potretkepri.com-Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kota Batam ,menyoroti keberadaan gelanggang permainan (gelper).Selain adanya indikasi pelanggaran penyalahgunaan per ijinan dari permainan anak dan keluarga yang mengarah kepada perjudian, Komisi I DPRD Batam juga menyoroti adanya gelanggang permainan (gelper) yang berdekatan dengan sekolah dan rumah ibadah.demikian disampaikan anggota Komisi I DPRD Batam,Harmidi kepada www.potretkepri.com.

” Komisi I DPRD Batam yang membidangi per ijinan ,tentu melarang jika ada gelper yang lokasinya dekat dengan sekolah dan rumah ibadah.Misalnya gelper yang lokasinya digedung INKAI Baloi seharusnya itu tidak boleh,sebab berdekatan dengan sekolah dan Masjid.Saya sendiri pernah ditegur ulama ditanya mengenai gelper yang dekat rumah ibadah dan yang terindikasi penyalahgunaan ijin,dan ini menjadi perhatian bagi kami Komisi I  “. ujar Harmidi (21/3/16).

Ia juga menyayangkan tindakan Kepala Badan Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Gustian yang tetap menerbitkan ijin gelper meski telah mendapat larangan dari Walikota.

” jangan karena last minute dia mengeluarkan ijin gelper begitu saja,dan Komisi I sedang membahas ini sekarang ” .katanya.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini turut menyoroti terjadinya praktik buka tutup gelper di Batam.

” selama ini kan sering terjadi buka tutup ,ketika polisi razia gelpernya di police line dan tutup , kemudian buka kembali . yang seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi,jika tutup yah tutup sekalian jangan pandang bulu” .ucapnya.

Untuk menyikapi hal seperti ini supaya tidak terulang kembali, Legislaor Partai Hanura itu mengatakan tidak tertutup kemungkinan Komisi I DPRD Batam akan melakukan rapat Muspida untuk mencarikan solusi apa yang terbaik dilakukan.

” bisa saja nantinya kita membuat undangan untuk dilakukan rapat muspida , jika gelper ini harus ditutup yah ditutup sekalian jangan tebang pilih.jangan buka tutup,tutup buka ,Kemudian apakah kita akan mencari solusi lain , misalnya dibuatkan satu kawasan wisata eksclusive terpadu (KWTE) ” katanya.(as)