BPK Dukung Upaya Penyelamatan Keuangan Negara Sebesar Rp69,21 Triliun

Nasional147 Dilihat
Jakarta,potretkepri.com-Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) mendukung
upaya Pemerintah dalam penyelamatan keuangan negara sebesar Rp69,21 triliun selama semester I tahun
2025. Nilai tersebut terdiri atas pengungkapan permasalahan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan
penerimaan sebesar Rp25,86 triliun, serta pengungkapan permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan,
dan ketidakefektifan penggunaan anggaran, terutama pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan
Lainnya, sebesar Rp43,35 triliun.

Hal tersebut tercantum dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2025 yang disampaikan
Ketua BPK Isma Yatun dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Selasa
(18/11). IHPS I Tahun 2025 sebelumnya telah diserahkan kepada Ketua DPR RI melalui Surat Ketua BPK
Nomor 132/B/S/KETUA/EPP.01.02/92025 tanggal 30 September 2025.

IHPS I Tahun 2025 merupakan ringkasan dari 741 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diselesaikan
BPK pada semester I tahun 2025, terdiri atas 701 LHP Keuangan, 4 LHP Kinerja, dan 36 LHP Dengan
Tujuan Tertentu (DTT). Selain itu IHPS I 2025 juga memuat hasil pemantauan tindak lanjut hasil
pemeriksaan, pemantauan penyelesaian pengenaan ganti kerugian negara/daerah, serta pemantauan atas
pemanfaatan LHP investigatif, penghitungan kerugian negara, dan pemberian keterangan ahli.

Untuk hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2024, BPK memberikan
opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). BPK juga memberikan opini WTP untuk 83 Laporan Keuangan
Kementerian/Lembaga (LKKL) dan satu Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN) serta opini
Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas dua LKKL. Sementara itu, dari 545 Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (LKPD) yang diperiksa, sebanyak 491 pemerintah daerah (Pemda) memperoleh opini WTP, 53
Pemda memperoleh opini WDP, dan satu Pemda mendapatkan opini Tidak Memperoleh Pendapat (TMP).
BPK juga memeriksa empat laporan keuangan badan lainnya, yaitu Laporan Keuangan Tahunan Bank
Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Badan Pengelola Keuangan Haji
Tahun 2024, yang seluruhnya memperoleh opini WTP.

Pada semester I tahun 2025, BPK turut berperan dalam memperbaiki tata kelola keuangan negara, antara lain
dengan komitmen untuk mendukung pemberantasan korupsi melalui penghitungan kerugian negara dengan
nilai kerugian negara sebesar Rp71,57 triliun, serta penyelesaian permasalahan signifikan terkait isu lintas
kementerian/lembaga/BUMN (cross-cutting) melalui rekomendasi antara lain yang terkait dengan perbaikan
penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Pusat (LKjPP), penguatan pengendalian atas pemanfaatan sisa dana
transfer ke daerah, perbaikan kebijakan formula penghitungan kompensasi listrik, dan perbaikan penyaluran
subsidi liquefied petroleum gas (LPG) tabung 3 kg.

“BPK sangat mengharapkan sinergi yang utuh dan komitmen berkelanjutan dari DPR sebagai counterpart
utama BPK untuk memantau dan memastikan setiap rekomendasi serta tindak lanjut kerugian negara
diselesaikan secara tuntas sesuai dengan kewenangannya. Dengan semangat BPK Bermartabat dan
Bermanfaat, kami berharap kolaborasi erat antara BPK dan DPR dapat menjadi jangkar kuat dalam
mengawal pelaksanaan Astacita pemerintah,” pungkas Isma Yatun dalam sambutannya.(*)