Bisnis ” Esek-esek ” Kedok Massage Diperbincangkan, Morena Pub Kapan Dirazia ? , Bos Asmara 22 Terancam Penjara 15 Tahun

Batam1158 Dilihat

morena-maassage-pubBatam , potretkepri.com-Bisnis perdagangan manusia tidak hanya terjadi lintas negara , akan tetapi juga terjadi secara lokal.Contohnya saja , Bos atau pengelola bisnis “esek-esek ” berkedok massage Asmara 22 dibilangan Nagoya Batam dengan berjumlah 7 orang saat ini tengah berstatus sebagai terdakwa dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun karena didakwa dengan melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Usai mengikuti persidangan massage Asmara 22 di PN Batam , sejumlah tamu ataupun pengunjung sidang terdengar membicarakan sejumlah massage di daerah Nagoya Batam yang diduga melekat dengan bisnis “esek-esek ” yang mungkin saja jauh lebih besar jika dibanding massage Asmara 22 , perbincangan para pengunjung sidang ini pun terdengar ketelinga sejumlah awa media yang sehari-hari mencari berita disekitar kantor Pengadilan Negeri Batam.

Dikatakan mereka. banyaknya massage di sekitar Nagoya disinyalir melakukan hal serupa dengan massage Asmara 22 yang mempekerjakan wanita didalamnya sebagai wanita panggilan yang di booking lelaki yang menginginkannya dengan pembagian bagi hasil , yaitu 50 per 50 % (persen) .

Misalnya , lanjut mereka , didaerah Nagoya ada yang mengelola massage labih dari satu tempat , bahkan mungkin saja ada yang sampai 2 hingga 3 tempat. Misalnya , Morena Massage , Morena Pub & Massage , Morena 29 yang ketiga-tiganya ini disebut-sebut dikelola orang yang sama.

Rumah Makan Morena 29 . foto www. potretkepri.com .
Rumah Makan Morena 29 . foto www. potretkepri.com .

 ” massage ini bisa jadi melakukan hal serupa dengan pendapatan bagi dua. Lantas , mengapa tempat-tempat ini tidak dirazia oleh polisi dan pengelola serta bosnya tidak ditangkap saja , kok yang besar seolah-olah dibiarkan sedangkan yang kecil langsung dirazia hanya dengan waktu 3 saja . ada apa ini , kalau boleh jujur , ini menjadi pertanyaan “. ucap mereka dengan nada bertanya.

Ditambahkan mereka. Morena massage & Pub diperkirakan tidak hanya mempekerjakan wanita lokal saja , namun diduga juga menyediakan PSK asing dari berbagai negara. Bahkan , Morena massage berulang kali menjadi sorotan media namun aparat kepolisian seolah-olah ” menutup mata ” dengan informasi tersebut.

Sidang Asmara 22 massageSeperti diberitakan pada edisi kemarin kemarin : massage Asmara 22 : Arifin dan Mustafa , bersama lima orang rekannya terancam penjara selama 15 tahun. Selain didakwa dengan melanggar KUHAP , pebisnis esek-esek ini dijerat dengan pasal perbuatan tindak pidana penjualan orang.

” para terdakwa didakwa dengan pasal perdangan orang ” demikian diutarakan Jaksa Penuntut Umu (JPU) Samsul Sitinjak di Pengadilan Negeri (PN) Batam , Senin (23/1).

Ia menambahkan , para terdakwa mempekerjakan beberapa orang wanita sebagai pekerja seks komersial dengan keuntungan dibagi dua. Misalnya , jika wanita PSK yang dia pekerjakan diboking Rp.1.200.000; maka bos massage “plus-plus ” ini mendapat bagian separuhnya.

Saksi Mariati , salah satu PSK panggilan di massage Asmara 22 dalam persidangan kepada Majelis menuturkan , jika sebelumnya ia mendengar kabar dari rekannya bernama Indri jikalau di massage Asmara 22 dibilangan Nagoya sedang ada lowongan hingga ia pun melamar kerja ke massage Asmara 22 tersebut dan dipekerjakan sebagai wanita panggilan dengan tarif berfariasi.

Dikatakannya. tarif di massage Asmara 22 ada ketentuan , yaitu Rp.400.000; untuk shortime dan Rp.1.200.000; untuk longtime dan kemudian tarif tersebut dibagi dua antara bos massage dengan psk ditempat ini.

” saya dipekerjakan sebagai wanita panggilan , (bookingan) hasilnya bagi dua. disana saya telah kerja selama 3 minggu dan disana ada beberapa orang wanita panggilan ” tuturnya menjawan pertanyaan Majelis dan JPU.

Ditambhkannya. jika diantara mereka ada dibooking oleh tamu , maka mereka akan diantar oleh tukang ojek yang tersedia ditempat itu , dan tukang ojek tersebut akan diberikan satu lembar voucer , kemudian voucer dihargai Rp.10 ribu dan dapat ditukar ketempat kasir.

Salah seorang tukang ojek ditempat ini , Hilmi Husein  yang dijadikan sebagai saksi , dipersidangan menuturkan , setiap wanita dari massage Asmara 22 ada yang booking , maka ia bertugas mengantarnya hingga batas lobi hotel dimana tamu itu menunggu.

Ia pun mengakui jika satu buah voucer (ongkos ojek) dapat ditukar kepada kasir sebesar  Rp.10.000; ” tugas saya hanya mengantar sampai dilobi hotel dan kemudian ongkosnya Rp.10 ribu saya ambil dikasir ” katanya.

Sidang ini di Ketua Mangapul Manalu bersama dengan dua orang Hakim anggota , yaitu , Anggita , Redite Yona Kataren.Sedangkan ketujuh terdakwa didakwa Penasehat Hukum (PH)nya yang ditunjuk oleh Pengadilan , yakni Eliswita SH.persidangan ini dinyatakan terbuka untuk umum dan akan kembali digelar pada pekan mendatang. (amr)