Batam,potretkepri.com-Pemerintah Kota Batam,melalui Badan Penanaman Modal (BPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Batam begitu mudahnya mengeluarkan ijin untuk gelanggang permainan yang selama ini kerap dijadikan sebagai arena perjudian berkedok ketangkasan mesin elektronik.
Pemicu gampangnya perijinan itu diterbitkan, ditenggarai besarnya biaya yang digelontorkan pengusahanya yang mencapai ratusan juta rupiah untuk per satu ijin gelper.Besaranya biaya pengurusan ijin ini menjadi sorotan bagi anggota DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatop.
Berbagai cara dilakukan pengelola perjudian ini untuk merangsang masyarakat supaya ikut bermain gelper tersebut.Seperti di gelper Hollywood Game, Nagoya New Town , Golden Game,STC dan banyak lagi lainnya melakukan hal serupa,membuat Lucky Draw untuk diundi dengan menyediakan berbagai hadiah dari mobil avanza,
sepeda motor , Handpone dan macam-macam lainnya.Bahkan jenis hadiah yang disediakan pengelola lengkap dipasangi spanduk. Bisnis judi gelper bukan hal yang baru di Kota Batam,bahkan polisi berulang kali merazia gelper yang ditengarai perjudian ini,sayangnya meski baru saja di razia dan lokasi tersebut dipasangi police line , namun berselang berapa lama usaha perjudian ini dibuka kembali.
Buka tutup gelper usai dirajia Polisi , disoroti anggota Komisi I DPRD Batam,Harmidi. Ia mengatakan,supaya buka-tutup gelper jangan lagi terjadi. “bila tutup,yah tutup sekalian ” katanya beberapa hari lalu.
Selain mengomentari gampang ijin gelper diterbit BPM-PSTP , ia juga menyoroti sejumlah gelper yang beroperasi dekat dengan gedung sekolah dan rumah ibadah.(as)






