Ansar Canangkan Gerakan ‘ Selamatkan Pangan’ di Provinsi Kepri

Tanjungpinang218 Dilihat

Penandatanganan kesepakatan bersama oleh seluruh perangkat daerah dan Pencanangan ‘Gerakan Selamatkan Pangan’ Provinsi Kepri.

Tanjungpinang,potretkepri.com-Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mencanangkan ‘Gerakan Selamatkan Pangan’ Provinsi Kepri yang ditandai dengan Penandatanganan kesepakatan bersama oleh seluruh perangkat daerah, Minggu (24/9) di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, atau usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-21 Provinsi Kepri. Foto tangkapan layar potretkepri.com (*)

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Ansar sebelum penandatanganan kesepakatan dilakukan, Gerakan Selamatkan Pangan merupakan gerakan bersama dalam menurunkan kerawanan pangan dan gizi melalui berbagai upaya antara lain mencegah terjadinya food waste dan mendonasikan pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan, selain itu pangan yang sudah tidak layak lagi dikonsumsi dimanfaatkan untuk pakan hewan ternak, kompos dan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

“Di Indonesia, Kepri merupakan Provinsi pertama yang melakukan pencanangan ini. Hal ini perlu jadi perhatian kita bersama agar kita lebih hemat makanan, tidak berlebihan. Makanlah secukupnya, karena itu juga sesuai dengan ajaran agama. Bayangkan, berdasarkan data setiap tahun Indonesia tercatat telah melakukan pemborosan makanan hingga Rp150 triliun,” kata Ansar Ahmad.

Pangan berpotensi berlebih atau sisa makanan, lanjut Ansar adalah pangan yang masih dalam kondisi baik dan aman, namun berpotensi terbuang atau hancur jika tidak dimanfaatkan, tetapi pangan ini tidak termasuk sisa makanan (pangan sisa) di hotel, restoran, catering, retail, industri pangan, toko makanan dan/atau pusat dunia.

Gerakan selamatkan pangan atau penyelamatan makanan sendiri adalah upaya penyelamatan pangan berpotensi limbah makanan oleh para pihak yang bersumber dari penyedia pangan/ donatur untuk disalurkan kepada masyarakat yang memerlukannya disertai dengan penetapan kebijakan dan upaya sosialisasi/promosi pencegahan limbah makanan.

Untuk memperkuat program ini Pemprov Kepri telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Kepulauan Riau Nomor : 521/417/DKPPKH tentang Gerakan Selamatkan Pangan Provinsi Kepulauan Riau melalui ‘Stop Boros Pangan’ yang memiliki 7 langkah utama, yakni ambil makanan secukupnya dengan gizi seimbang dan habiskan. Kemudian bawa pulang makanan (take away) jika tersisa, bijak berbelanja makanan (Meal Planning), manajemen penyimpanan bahan makanan (gunakan wadah yang baik
, sesuaikan dengan karakteristik makanan), biasakan cek tanggal kadaluarsa, olah kembali dan manfaatkan makanan yang berpotensi terbuang menjadi menu yang variasi dengan tetap memperhatikan cara pengolahan agar tidak merusak kandungan gizinya, dan terakhir mendonasikan makanan berlebih kepada yang membutuhkan.

“Intinya program ini mengajak kita semua berhemat, tidak melakukan pemborosan makanan. Tidak hanya di rumah, tapi dalam acara-acara tertentu agar menggunakan produk makanan dari petani. Kurangi makanan dari negara lain seperti buah dan sebagainya,” pesan Ansar.(*)