Wawako Terima Lima Tuntutan K-SPSI Batam

oleh -21 Dilihat
oleh

BATAM,potretkepri.com-Lima tuntutan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh indonesia {K-SPSI} Batam yang mereka sampaikan saat berdemo didepan Kantor Wali Kota Batam,pada Kamis {17/10} siang.

 

Kelima tuntutan itu berbentuk pernyataan sikap,terlebih dahulu mereka bacakan sebelum diserahkan kepada Wakil Wali
Kota Batam Rudi SE.

 

Pertama,BPJS harus dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2014 dan tidak ada tawar menawar.hal itu mereka utarakan
dimana hingga saat ini belum peraturan pemerintah atau petunjuk tekni yang mengatur tentang pelaksanaan BPJS sehingga masih dinggap abu-abu.

 

“mulai 1 Januari BPJS yang ditangani jamsostek sudah tidak ada lagi”ujar Setia Putra tarigan.

 

Kedua,outshorcing harus dihapuskan,sebab telah melakukan perbudakan terhadap pekerja ditambah lagi selama ini banyak kasus dan persoalan outshorcing yang memiliki CV dan PT tidak membayar upah karyawan bahkan ada yang melarikan diri.

 

Tiga,penolakan upah murah.menurut mereka pihak pengusaha tetap mampu untuk membayar upah buruh meskipun dinaikkan dari UMK saat ini.namun pengusaha menjerit bahkan terancam hengkang dengan adanya ‘uang-uang siluman’.

 

Empat,K-SPSI Batam mengecam pengawasan pihak ketenaga kerjaan Batam yang dianggap tidak becus dalam melakukan pengawasan.selain Disnaker bidang penempatan tenaga kerja juga dianggap tidak becus dalam bekerja.

 

Sebab itu K-SPSI Batam meminta agar pengawasan ketenaga kerjaan diambil oleh pemerintah pusat.tujuannya agar Disnaker tidak gampang untuk melakukan intimidasi.

 

“pengawasan yang dilakukan Disnaker hanya dibawah 30 persen,sangat lemah bahkan minus”ujar Saipul.

 

Sedangkan yang kelima meminta agar tidak ada lagi rapat Disnaker yang digelar dihotel terkait pembahasan permasalahan buruh dan upah buruh.

 

Wakil Wali Kota Batam Rudi Se yang turun menemui pendemo mengatakan siap menampung dari sekian banyak tuntutan tersebut.bahkan mantan anggota polisi yang pernah bertugas di Samsat Batam ini mengajak agar K-SPSI agar tidak lelah untuk tetap berjuang.

 

” saya minta kepada adek-adek agar untuk tidak pernah berhenti untuk berjuang”ujar Rudi.

 

Dari kelima tuntutan ini,pertama untuk BPJS pihak Pemko Batam masih mempersiapkan peraturan atau petunjuk teknis
sebagaimana dimaksud.soal outshorcing,lanjut Rudi,dari tahun 2012 telah dilakukan pembahasan.

 

Sementara untuk upah murah Wawako Batam ini berjanji akan memperjungkan tuntutan buruh.sedangkan mengenai kabar adanya perusahaan yang membayar upah buruh dibawah UMK agar dilaporkan kepada dengan memuat alamat yang jelas

 

” kalau ada perusahaan yang membayar upah buruh dibawah UMK laporkan kepada saya.kirim sms lengkap nama pengirim dan alamat perusahaan,saya akan turun kekolasi”ungkapnya.

 

Mengenai tuntutan rapat Disnaker yang sering digelar dihotel,Rudi mengatakan akan menghentikannya dan berjanji tidak akan terulang lagi.

 

“sejak saat ini saya nyatakan tidak boleh ada lagi rapat Disnaker di Hotel,cukup dilaksanakan di kantor,jika masih
ada beritahu saya langsung kita tindak.ujar mantan anggota DPRD Batam ini.{amr}