Wanita Impor PSK di Billiar Centre Ditarif Fantastis, Wali Kota ‘ Takut ‘ Bertindak

oleh -20 Dilihat
oleh

Pub & KTV Billiar Centre,Nagoya Batam. foto (www.potretkepri.com / AMJOI) BATAM,potretkepri.com-Wanita impor asal berbagai negara yang dijadikan sebagai pekerja sek komersial (PSK) di Billiar Centre (BC) dibandrol dengan tarif yang cukup fantastis.Tidak main-main,informasi yang didapat, tidak hanya di Billiar Centre,namun tersebar dibeberapa Pub & KTV yang pelaku bisnisnya adalah orang sama.

 

” wah,tidak hanya di BC , masih ada dibeberapa tempat lainnya.pengusahanya orang yang sama,Ac dan An ” ujar sumber media ini di Nagoya (22/9).

 

Langgengnya bisnis trafficking tersebut ditempat ini terindikasi adanya kekuatan besar dibelakangnya yang diduga sebagai back up jika terjadi permasalahan.Bahkan isu yang berkembang menunjukkan sinyalemen bahwa tidak sedikit pejabat atau oknum berpangkat yang kerap mengunjungi tempat ini.” di BC banyak pejabat dan aparatĀ  pengunjungnya “ sambungnya.

 

Kepala seksi bidang pengawasan Wasdakim Kota Batam,Hamdan , saat dihubungi awa media untuk dimintai tanggapan meminta supaya menemuinya di kantor Imigrasi di Batam Centre.Menurutnya , meminta klarifikasi secara langsung tanpa melalui telepon tentu saja akan dapat lebih jelas.” kekantor saja “ jawabnya,(22/9).

 

Sementara Kepala bidang pengawasan Dinas tenaga kerja Kota Batam,Jul Firman , menegaskan mengenai psk didalam Pub & KTV bukan wewenang mereka (Disnaker-red) untuk menindak,namun bagian daripada Dinas sosial. ” Disnaker hanya bidang ketenaga kerjaan saja,Itu tugas Dinas sosial ” jawabnya.

 

Direktur Eksekutif Gerakan Anti Trafficking, Syamsul Rumangkang, menyayangkan lemahnya pengawasan Pemerintah Kota Batam khususnya yang membidangi per ijinan.Ia pun mendesak agar Wali Kota Batam,Ahmad Dahlan bertindak tegas,bila perlu memerintahkan anakbuahnya untuk mencabut ijin usaha pub & KTV yang mempekerjakan wanita asing sebagai pekerja seks komersial.

 

Menurutnya, pemerintah tidak hanya bertugas sebatas mengeluarkan ijin semata,namun berkewajiban untuk melakukan pengawasan akan ijin yang telah diterbitkan.” BPM bidang perijinan harus melakukan pengawasan, jangan menjadi penonton “ katanya.

 

Kepala bidang (Kabid) per`ijinan BPM Batam,Novri tidak dapat ditemui,mengingat yang bersangkutan pada Selasa (22/9-red) tidak berada dikantornya.” pak Novri sedang keluar,ngga tahu kemana ” ujar seorang pegawai dilantai III ruangan BPM Batam.

 

Sebelumnya diberitakan.Direktur Eksekutif Gerakan Anti Trafficking, Syamsul Rumangkang,menyayangkan minimnya tindakan pemerintah untuk memutus mata rantai kejahatan perdagangan manusia lintas negara yang kian subur di Batam.Kendati demikian,lanjutnya.Maraknya psk asing diberbagai tempat hiburan malam di Kota Batam disinyalir ada indikasi praktik pembiaran.Bahkan ada dugaan oknum-oknum tertentu menjadikan hal ini sebagai Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

 

” Pemerintah harus tegas, mereka itu rata-rata menggunakan paspor kunjungan tanpa dilengkapi permit.dan ini salah satu bagian daripada tugas imigrasi supaya pelaku ekploitasi atau pengelola tempat tidak terlepas dari jeratan hukum “katanya.

 

Berdasarkan sumber media ini.Wanita impor yang dipekerjakan di Pub & KTV Billiar Centre (BC) berasal dari berbagai negara.diantaranya, Filipina , Thailand ,Maroko,usbekistan , Turki , Tingkok , China.(ran)