Presiden SBY akan Kirim Surat ke PM Australia

oleh -9 Dilihat
oleh
Presiden RI,Susilo Bangbang Yudhono.foto/ist.
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.foto / ist .{as}
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.foto / ist .{as}

JAKARTA,potretkepri.com-Presiden Republik Indonesia {RI} Susilo Bangbang Yudhoyono {SBY} menegaskan hari ini akan mengirimkan surat kepada Perdana Menteri {PM} Australia Tony Abbott untuk meminta penjelasan serta tanggungjawabnya tentang penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap dirinya dan ibu negara beserta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.

 

“saya akan mengirimkan surat kepada Tony Abbott untuk meminta penjelasan tentang penyadapan ini,dan surat itu sudah disiapkan sebelumnya”tegas Presiden SBY dalam keterangan pers yang digelar pada Rabu {20/11} siang.

 

Presiden SBY mengatakan kasus penyadapan telepon genggam milik Kepala Negara dan telepon genggam ibu Negara serta telepon sejumlah petinggi Negara lainnya yang dilakukan oleh pemerintah Australia tidak bisa dianggap sepele,dan harus ditanggapi dengan serius.

 

Sebab.selain telah melukai perasaan seorang Kepala Negara,penyadapan tersebut dianggap telah melanggar peraturan hukum di Indonesia dan  Internasional.

 

“saya rasa,dari segi hukum di Indonesia dan Internasional dilarang dan tidak diperbolehkan menyadap pejabat Negara lain”ujarnya.

 

Dampak dari penyadap ini membuat hubungan antara Indonesia dengan Australia memanas.Presiden RI menyatakan agar meninjau kembali kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Australia,serta menegaskan agar latihan meliter antara TNI dengan tentara Australia dihentikan.

 

“saya mengatakan sebelum ada penyelesaian permasalahan ini agar kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Australia ditinjau ulang dan latihan TNI dengan Australia dihentikan.”ujarnya.

 

Meski demikian SBY mengatakan.Australia mengakui kedaulatan NKRI dan antara Indonesia dengan Australia selama ini berhubungan dengan baik.sehingga jika permasalahan yang terjadi saat dapat terselesaikan,maka akan dibangun kembali hubungan antara Indonesia dengan Australia.{am}