Penumpang KM Kelud Keluhkan Harga Tiket

oleh -20 Dilihat
oleh
tiket-kapal-pelni.foto/ist.potretkepri.com

BATAM,potretkepri.com-Penumpang KM Kelud asal Kota Batam tujuan pelabuhan Belawan ,Sumatera Utara (Sumut)  mengeluhkan pelayanan Pelni Cabang Batam yang telah menjual tiket hingga habis diawal bulan Desember 2014 ini.penumpang ini menduga kantor Pelni Cabang Batam menjual tiket bukan kepada orang yang tepat melainkan kepada  para calo yang setiap hari berkecimpung disekitar kantor Pelni Sekupang Batam.

 

Alasan itu ia sampaikan mengingat hingga detik-detik keberangkatan kapal,misalnya, keberangkatan pada tanggal 20,23  masih saja ada calo yang menjual tiket kepada calon penumpang dengan harga mencekik atau diatas Rp500 ribu rupiah per tiket,padahal harga normal untuk dewasa hanyalah sebesar Rp230.000 ribu rupiah,sedangkan tiket anak-anak hanya  sebesar Rp170.000 ribu rupiah.

 

“minggu pertama bulan 12 ini saya hendak beli tiket tujuan Belawan,namun pegawai pelni diloket penjualan mengatakan  bahwa tiket sudah ludes terjual.anehnya calo-calo disekitar kantor Pelni masih memiliki tiket dengan jumlah besar  untuk mereka jual dengan harga melambung atau naik hingga diatas 100 persen dari harga normal”katanya.

 

Selain tiket keberangkatan dari pelabuhan Beton Sekupang Batam tujuan pelabuhan Belawan,ternyata tiket KM Kelud dari pelabuhan Belawan tujuan Batam untuk awal tahun 2015 ternyata turut ludes terjual.

 

Kendatipun ia bersama dengan keluarganya tidak memdapatkan tiket dari kantor Pelni,namun ia yakin tetap saja bisa berangkat menuju pelabuhan Belawan dengan menumpang KM Kelud.bahkan ia sangat percaya ratusan penumpang lainnya bernasip sama dengannya yaitu sama-sama tidak memiliki tiket ,namun tetap saja bisa berangkat.

 

“sebagai warga Negara yang baik saya tetap berusaha beli tiket,tetapi sudah habis.meskipun begitu saya bersama keluarga tetap saja bisa berangkat, kami akan bayar di atas kapal dan mungkin bukan saya saja yang kecewa begini,tetapi ratusan penumpang lainnya merasakan hal serupa karena tidak memiliki tiket,tetapi tetap saja bisa berangkat”.ujarnya.

 

Melihat potret bisnis tiket KM Kelud yang mengerikan ini membuatnya angkat bicara dengan harapan agar Kepala kantor pelni pusat  menegur Kepala kantor cabang Pelni didaerah yang membiarkan penjualan tiket jatuh ketangan calo yang  akhirnya memberatkan masyarakat.(as)