KPK Didesak Selidiki Isu ‘Upeti Rp.10 Miliar’ Diduga Mengalir ke Oknum DPRD Batam

oleh -14 Dilihat
oleh
spanduk demo.aliansi mahasiwa , OKP,LSM,demo didepan kantor DPRD Batam.foto,potretkepri.com
spanduk demo,aliansi mahasiswa ,OKP,LSM.foto,potretkepri.com
spanduk demo,aliansi mahasiswa ,OKP,LSM.foto,potretkepri.com

BATAM,potretkepri.com-Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) didesak melakukan penyelidikan isu ‘upeti sebesar Rp 10 miliar’ yang diduga mengalir kepada oknum DPRD Kota Batam.

Dana berjumlah fantastis itu dikabarkan berkaitan dengan penggodokan Perda Kota Batam,nomor 3 Tahun 2013 yang disebut-sebut sebagai landasan dan payung hukum untuk menaikkan tarif PLN Batam.

Yang mana PLN Batam,sebelumnya disebut-sebut menaikkan tarif listrik dengan jumlah 17,19 persen tanpa terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Aksi penolakan kenaikan tarif listrik ini mengalir sangat deras dari masyarakat.Bahkan,pada Senin (10/3) kemarin,Mahasiswa,LSM,OKP melakukan aksi demo secara besar-besaran.Kantor PLN Batam dan Kantor DPRD Batam menjadi tujuan untuk menyatakan penolakan itu.

Sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan turut mereka bawa dalam demo tersebut.bahkan spanduk ber ukuran 1×4 turut mereka pampangkan ,yang salah satunya bertuliskan penolakan terhadap Perda Kota Batam nomor 3 Tahun 2013,sedangkan spanduk satunya lagi memuat tulisan yang begitu menggetarkan yakni ‘oknum DPRD Batam,terima upeti Rp.10 miliar’serta memuat gambar salah seorang oknum DPRD Batam.

Dalam orasinya tak jarang mereka mengeluarkan ocehan dengan menyebut ,’DPRD perampok,tangkap dan penjarakan’.

Sebelumnya diberitakan,lima orang anggota Komisi III DPRD Batam,menemui pendemo.dan mengatakan,bahwa kenaikan tarif listrik PLN Batam,dibatalkan dengan alasan bahwa Perda nomor 3 Tahun 2013 dianggap bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi,sehingga Perda tersebut ditarik dan akan dikembalikan kepada Pemko Batam.[red]