Granat Berharaf , Gubernur Kepri Berani Cabut Ijin Diskotik

oleh -23 Dilihat
oleh
korban narkoba. poto/ilustrasi .
korban narkoba. poto/ilustrasi .
korban narkoba. poto/ilustrasi .

BATAM,potretkepri.com-Peredaran narkoba di Provinsi Kepri yang saat ini disebut memegang peringkat ke-IV di Indonesia setelah Jakarta ditantang oleh Ketua DPD Gerakan Anti Narkotika (Granat) Provinsi Kepri ,Samsul Paloh.Ia tidak sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur HM Sani saat mengunjungi SMK Negeri 2 Batam di Legenda Malaka,Batam Centre,beberapa waktu lalu yang mengatakan peredaran narkoba di kepri menurun dan berada diperingkat di ke-IV di Indonesia setelah Jakarta.

 

” Granat tetap perang terhadap narkoba,dan Granat tidak sependapat dengan yang disampaikan oleh Gubernur HM Sani.Kita tidak tahu itu hasil riset darimana didapat,bisa-bisa ditahun 2015 ini peredaran narkoba di Kepri khususnya Batam semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya ” ucapnya kepada media ini,Kamis (28/5).

 

Untuk menekan tingginya peredaran narkoba di Provinsi Kepri,Samsul berharaf,Gubernur Kepri bersama dengan kepala daerah lainnya,seperti Walikota,Bupati turun kelapangan melakukan investigasi supaya melihat fakta seperti apa peredaran narkoba khususnya ditempat-tempat hiburan malam.Yang mana di Kota Batam tersebar diskotik yang super megah,bahkan ada yang menyerupai kapal pesiar.

 

” saya yakin,Gubernur Kepri tidak memiliki data tentang jumlah korban hiburan malam akibat over dosis.Kalau Gubernur tidak punya data boleh memintanya dengan kita,akan kita berikan ” ujar Samsul.

 

Selain itu,Lanjut dia.untuk menekan peredaran narkoba di Kepri,sebaiknya Gubernur ,Walikota , Bupati ,mengundang para pemilik diskotik maupun pihak pengelolanya untuk menekankan agar anak usia sekolah jangan sampai masuk mengunjungi diskotik,mengingat disaat ini anak-anak seusia SMP sudah banyak mengenal diskotik,bahkan terlibat mengenal narkoba.

 

Kemudian,kata dia.para pengunjung ,pemilik diskotik serta pengelolanya jangan sampai terlibat dengan peredaran narkoba didalam diskotik,jika dilanggar diberi sanksi tegas berupa pencabutan ijin usaha serta pemidanaan terhadap pemilik maupun pengelolanya.” kita berharaf gubernur Kepri berani dan mencotoh gubernur DKI ( Ahok) berani mancabut ijin diskotik terbesar di DKI ” katanya.

 

Langkah BNN Kepri dan petugas kepolisan yang melakukan razia dihiburan malam patut kita apresiasi,namun jangan hanya pengunjung yang memakai narkoba yang diamankan karena pengunjung tersebut membelinya didalam diskotik,tetapi harus mengungkap,menangkap siapa pengedar dan bandarnya. ”  jangan pengunjung saja yang ditangkap dan kemudian pengedar dan bandarnya dilindungi  ”  katanya.

 

Tidak sampai disitu,Samsul beharaf,razia yang digelar petugas BNN Kepri didalam tempat hiburan malam serta ditempat lainnya jangan sampai dijadikan sebatas proyek saja,yaitu untuk menutupi target untuk pusat rehablitasi korban narkoba yakni dengan target sebanyak 100 orang dari kapasitas atau daya tampung 200 orang.

 

Letak geografis provinsi Kepri yang dikelilingi ribuan pulau serta berbatasan langsung dengan negara luar seperti Malaysia dan Singapura membuat ruang dan peluang besar bagi mafia dan jaringan internasional untuk memasok barang haram tersebut,sehingga peran serta pol air , angkatan laut sangat diperlukan dan jangan hanya membiarkan BNN saja yang memerangi peredaran narkotika.

 

”  pulau-pulau itu bisa saja kapal mereka berlabuh sementara menunggu waktu yang tepat supaya tidak tertangkap oleh petugas.sebab selama ini jika`pun ada yang tertangkap rata-rata dari pelabuhan internasional,itupun tangkapan BC  ” ujarnya. (red)