Dampak Kenaikan TDL,Warga Pemakai KWH MCS Menjerit

oleh -17 Dilihat
oleh
foto ,potretkepri.com [as]
potretkepri.com
PT.PLN Batam,potretkepri.com

BATAM,potretkepri.com-Warga yang menggunakan kwh multi curah sementara (mcs) mulai menjerit,mereka mengeluhkan kenaikan tarif listrik yang diberlakukan pihak pengelola sejak tanggal 1 Februari sebesar Rp.200 rupiah per kwh meter dari sebelumnya sebesar Rp.180o rupiah,ditambah biaya beban sebesar Rp.40.000 ribu rupiah.

Pihak pengelola beralasan,bahwa Pelayanan Listrik Nasional Batam telah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sekitar sebesar 17 persen,sehingga dengan alasan itu,mereka pun ikut menaikkan harga.

Misalnya,PT.Atheng Brother, salah satu perusahaan penyalur arus listrik ke kampung tengah Tiban,telah menaikkan tarif listrik sebesar 17 persen,dengan alasan bahwa PLN Batam telah menaikkan TDL sebesar 17 persen.

Pelayanan Listrik Nasional Batam,tergolong ‘pilih kasih’bahwa untuk sebagian pemukiman warga, yang statusnya belum jelas diberikan sambungan listrik dengan menggunakan meteran lama,sementara kesebagian lainnya PLN tidak bersedia menyambungkannya hanya dengan alasan bahwa lokasi pemukiman itu belum memiliki legalitas.

PLN Batam menggunakan cara-cara tertentu,yaitu memberikan sambungan listrik kelokasi yang legalitasnya belum jelas,dengan catatan melalui sebuah perusahaan sebagai penanggungjawab.

Tentu saja hal ini ‘menguntungkan’bagi perusahaan ,tetapi memberatkan bagi masyarakat.alasan`nya perusahaan yang dipercaya menyambungkan listrik kelokasi seperti ini tentu saja akan mencari keuntungan,sedangkan warga jelas terbebani dengan tarif yang sangat jauh berbeda dengan tarif PLN.[as]