ATB Simpan Dimana Ratusan Miliar Biaya Perawatan dan UJL

oleh -21 Dilihat
oleh
Meteran air. foto (potretkepri.com)
Meteran air. foto (potretkepri.com)

BATAM,potretkepri.com-Biaya perawatan meter Adhya Tirta Batam (ATB) yang dikutip sebesar Rp.10.000;setiap bulan dari pelanggan diperkirakan mencapai sekitar Rp.500 miliar,mengingat ATB telah beroperasi selama 21 tahun dengan jumlah pelanggan sebanyak 24.000;

 

Kedatipun begitu humas ATB Enriqo tidak bersedia menjawab jumlah dana yang dikutip dari pelanggan tersebut serta tidak memberitahukan disimpan di bank mana. ” dana itu disimpan ATB,jumlahnya saya tidak tahu, yah dihitung-hitung sajalah ” jawab Enriqo beberapa waktu lalu.

 

Tidak itu saja.pada saat penyambungan meteran baru , pelanggan dipungut biaya Rp.375.800; dari angka ini,sebesar Rp.150.000; merupakan uang jaminan pelanggan  (UJL) sedangkan sisanya untuk biaya instalasi atau biaya pemasangan.jika merujuk pada 24.000;jumlah pelanggan ATB tentu saja dana UJL ini tidak kalah  besarnya dari jumlah dana biaya pemeliharaan meteran.

 

Ketua Gerakan Berantas Korupsi ( Gebuki) Provinsi Kepri,Thomas AE berpendapat secara logika serta demi keamanan uang jaminan pelanggan dan biaya pemeliharaan  meter tersebut tentu saja disimpan di bank,kendatipun ATB tidak bersedia memberitahukannya.Ia mensinyalir,ATB telah mendapatkan keuntungan dari bunga UJL dan  pemeliharaan tersebut jika disimpan disalah satu bank.

 

” kalau dana erbjumlah besar  itu disimpan di bank,tentu saja jumlahnya bertambah dengan bunganya.ini perlu diusut  ” ujar  Thomas di Godiva Nagoya Hill,Senin (27/4).

 

Selain itu lanjut dia.Jika biaya pemeliharaan dan UJL itu dibuat untuk investasi,misalnya membeli pipa serta yang lainnya,maka pelanggan telah memberikan  bantuan modal atau telah membiayai ATB.celakanya,kendatipun ATB telah mengutip biaya pemelirahaan dan UJL,namun jika diantara pelanggan ada yang  pembayarannya terlambat,jaringan air ke yang menunggak itu langsung dihentikan.

 

” jika air macet dan mati ATB tidak peduli ,tetapi jika pembayaran  macet,pelanggan didenda hingga sanksi pemutusan air  ”  sambungnya.(as)